Operasi Pekat Koramil-Polres Cianjur, Ada Miras Oplosan di Tumpukan Toge

BERANTAS PEKAT: (Kiri) Danramil Cianjur Kota, Kapten Inf Dadang bersama dengan Satpol PP mengamankan barang bukti obat terlarang. (Kanan) Polres Cianjur berhasil membersihkan minuman keras dan oplosan. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Koramil Cianjur 0608-01 melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat), Jumat (17/5) malam sampai Sabtu (18/5) dini hari. Operasi pekat itu menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi peredaran minuman keras (miras).

Hal tersebut dilakukan agar pada bulan suci Ramadan ini, Kabupaten Cianjur beesih dari segala kegiatan yang merugikan masyarakat.

Operasi pekat dimulai pada pukul 22.00 WIB dengan mendatangi sejumlah warung jamu. Pada operasi yang dipimpin oleh Danramil Cianjur Kota, Kapten (Inf) Dadang, berhasil menemukan sejumlah miras oplosan.

Miras oplosan yang didapat langsung dimusnahkan di tempat. Bahkan, titik pertama di pasar Ramayana Kelurahan Muka, miras oplosan disembunyikan di bawah tumpukan sayur toge.

“Kita sudah melakukan pemantauan sebelumnya, ternyata ini cara kamuflasenya dengan menggunakan sayur toge agar tidak ditemukan petugas. Tapi kita berhasil mendapatkan temuan ini dan kita musnahkan,” ujarnya.

Sejumlah pedagang dan masyarakat pun menyaksikan pemusnahan di tempat tersebut sebagai bentuk keseriusan untuk menumpas pekat di Cianjur. Sama halnya dengan Pasar Ramayana, di salah satu warung jamu pun beberapa botol miras langsung dimusnahkan.

Lanjutnya, selain untuk mengkondusifkan Cianjur, hal tersebut dilakukan untuk membuat jera semua para pelaku penjual miras.

“Segala bentuk kejahatan itu kan berawal dari miras dan membuat para peminumnya berani berbuat kejahatan di luar akal sehat, selain itu ini juga untuk mengkondusifkan bulan Ramadan dan kita juga berterimakasih kepada masyarakat yang melaporkan hal ini karena sudah jengah,” tegasnya.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan dalam rangka bulan Ramadan dan juga menjelang Hari Raya Idul Fitri, namun kedepannya akan tetap dilakukan.

Setelah menyusuri sejumlah tempat yang diduga sebagai penyebaram miras, rombongan pun beralih ke Terminal Pasir Hayam. Dari informasi yang didapat, salah satu warung yang diduga menjual obat-obatan berhasil mengamankan satu kardus obat terlarang berjenis Tramadol.

“Obat ink kita amankan dan kita musnahkan juga, ini juga jadi salah satu yang meresahkan masyarakat karena penggunaannya yang zalah,” paparnya.

Sementara itu, Polisi Resor (Polres) Cianjur bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun turut melakukan operasi pekat. Pelaksanaan operasi ini tak hanya menyisir tempat-tempat miras, namun tempat hiburan malam (THM) pun menjadi salah satu target.

“Kegiatan ini sesuai dengan kamtibmas rutin bahwa setiap pelaksanaan yang menyambut bulan suci Ramadan diharapkan tidak ada kegiatan-kegiatan hiburan di malam hari, tapi pada kenyataannya masih ada pengusaha yang membuka tempat hiburam yang melewati batas waktu yang sudah diimbau oleh Plt Bupati Cianjur,” ujar Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Warsito.

Pelaksanaan operasi ini pun bertepatan dengan gelar operasi pekat Lodaya 2019 yang terhitung sejak tanggal 16 Mei 2019.

Lanjutnya, maksud dan tujuan kegiatan tersebut sebagai cipta kondisi di bulan Ramadan serta masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Dari hasil giat tersebut, didapati berbagai miras dari mulai bir, tuak hingga oplosan.

“Dari hasil giat malam ini kita amankan beberapa jenis minuman dari mulai bir ada sekitar 11 kardus, tuak, miras oplosan, empat unit motor dan lima pelaku,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya ormas dan LSM untuk mempercayakan kepada pihak kepolisian untuk melakukan operasi rutin terkait pekat serta jangan melakukan sweeping tapi berikan informasi kepada kepolisian.

Bukan hanya miras saja, tempat indekos pun kedepannya akan ditinjau terlebih dahulu jika meresahkan maka akan ditindaklanjuti. Sementara penemuan obat terlarang di Terminal Pasir Hayam akan dilakukan proses dan dikembangkan.

“Jelas itu (Tramadol) kan daftar obat yang dilarang, tentunya oleh Kasat Narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan dikembangkan berasal darimana asal obat tersebut. Bukan hanya sampai dari orang yang memegang obat itu tapi kita cark asalnya,” tutupnya.

(kim)