Sengkarut Pasar Induk Cianjur, Dishub Tunjuk Dinas Lain

Pasar Induk Cianjur tampak sepi

RADARCIANJUR.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur mengaku sudah berupaya melakukan perbaikan jalur angkutan hasil rerouting. Pihaknya mencatat, dari sekitar 1.663 unit angkutan perkotaan (angkot), 1.245 unit angkot keluar masuk ke Terminal Pasir Hayam dan Pasar Induk Cianjur (PIC).

Kepala Bidang (Kabid) Bidang Angkutan Perkotaan (Angkot) Dishub Kabupaten Cianjur, Jekso R menegaskan, sebelumnya sudah lama melakukan upaya terbaik menertibkan, memperbaiki dan membuat petunjuk arah ke PIC bagi angkot.

“Sesuai tindak lanjut audensi surat edaran Bupati Cianjur untuk melaksanakan hal tersebut, bekerja sama dengan pihak kepolisian dan sejumlah dinas terkait lainnya,” katanya, kemarin.

Akan tetapi, menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya dibutuhkan peran Dishub saja. Tapi ada beberapa dinas terkait lainnya yang harus ikut berperan. Seperti Satpol PP dengan tugasnya menertibkan PKL yang berjualan di trotoar di sepanjang jalan raya dan eks pasar Bojongmeron.

Juga Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) yang menyiapkan tempat jualan bagi PKL Jalan Raya dan Bojongmeron. Sedangkan Dinas PMD dan PTSP meninjau ulang perizinan kafe dan Pasar Pegadain.

“Terakhir Dinas PUPR Kabupaten Cianjur yang revitalisasi jalan emplaceme (lokasi yang nyaman, red) di belakng PIC,” terangnya.

Sementara, Yana (60) dan Asep Alam (42), dua pedagang sandang Blok Los B memaparkan, tuntutan pedagang sampai saat ini masih belum sepenuhnya direalisasikan oleh Pemkab Cianjur. Maka itu, para pedagang terus menagih janji pemerintah, dalam hal ini Bupati Cianjur, baik itu bupati lama Tjetjep Muchtar Soleh dan saat ini Plt Herman Suherman.

“Tuntutan sebelumnya ada sembilan poin, lalu yang dijanjikan tujuh poin masih belum terpenuhi semuanya. Ya jelasnya minta permasalahan ini jadi pemikiran serius Pemkab Cianjur,” tegasnya.

Poin kesepakatan pada tanggal 25 Januari 2019 di aula PIC, di antara dibentuknya tim evaluasi relokasi PIC, penertiban pasar-pasar ilegal, penataan kembali Car Free Day.

Juga pemasangan penunjukan arah menuju PIC di tempat yang diperlukan, perbaikan penerangan baik di depan ataupun dalam pasar, pengaspalan jalan di PIC, kejelasan mengenai relokasi pasar Ramyana (pasar muka,red).

“Dan meninju ulang perizinan cafe dan pasar Pegadaian, dan terakhir perbaikan penerangan secara kontinyu,” tutupnya.

(mat)