Gara-gara Main Ponsel, Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pembegalan

RADARCIANJUR.com – Warga Perumahan Graha Cipta Setu 3, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menjadi korban pembegalan, Senin (20/5) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Awalnya, korban Bimo (15), bersama temannya sedang main ponsel di jalan utama perumahan bertipe semi-cluster itu. Tiba-tiba ponselnya dirampas pelaku. Kemudian pelaku kabur ke arah Desa Lubang Buaya.

Menurut kesaksian warga, pelaku berjumlah dua orang dengan menggunakan motor Honda BeAT. Pengemudi motor menggunakan jaket hitam dan pembonceng menggunakan jaket merah. Berdasarkan perawakan pelaku, diperkirakan mereka masih berusia kisaran 15-18 tahun.

Kemudian, ayah korban bersama 4 warga setempat mengejar pelaku mengikuti deteksi GPS ponsel korban. Para warga mengejar sampai ke bilangan Jalan Jati Indah, Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, atau 4 kilometer lebih dari tempat kejadian perkara.

GPS ponsel korban sempat berhenti di titik itu sebelum menghilang. “Setelah itu, titik GPS HP anak saya muncul lagi. Saat itu lokasinya menunjukkan di Perumahan Dukuh Zambrud,” kata ayah korban Imam.

Lokasi terakhir warga mengejar pelaku, di Cibuntu, dengan lokasi titik GPS menyala untuk kali kedua (Perumahan Dukuh Zambrud, Mustika Jaya, Kota Bekasi) berjarak 7 kilometer.

Karena jarak terlalu jauh warga berhenti mengejar pelaku. “Di GPS tadi titiknya ada di konter HP daerah Dukuh Zambrud,” kata Imam.

Seorang warga Perumahan GCS 3, Rayyan, mengaku sempat melihat para pelaku karena sebelum kejadian motor pelaku berputar di depan rumahnya. Tak lama setelah pelaku berputar, terdengar teriakan anak-anak. Ternyata pelaku sudah membegal ponsel korban.

(dam/pojokbekasi)