Muspida Kumpul di Mapolres Cianjur, Siap Amankan Lebaran 2019

PERSIAPAN: Berbagai unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) menggelar rapat koordinasi sektoral operasi ketupat lodaya 2019 di Aula Mapolres Cianjur. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang hanya kurun waktu dua pekan lagi, berbagai unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) menggelar rapat koordinasi sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2019, di Aula Mapolres Cianjur, kemarin (21/5).

Tak hanya unsur muspida saja yang turut hadir. Namun dari berbagai elemen masyarakat turut menghadiri rapat tersebut. Dari mulai Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) hingga tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur.

Pada rapat tersebut membahas mengenai menjaga kondusifitas menyambut Hari Raya Idul Fitri mulai dari penguraian jalur kemacetan hingga masyarakat yang merayakan malam takbir nanti.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah mengatakan, rapat koordinasi ini mengharapkan kerjasama dari semua instansi yang diundang dengan tanggungjawab masing-masing. Sehingga pada saat pelaksanaan operasi ketupat semua bisa siap siaga.

“Sebelumnya juga kita sudah melakukan survey jalur alternatif dan tadi juga sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan serta Dinas PUPR dari hasil survey,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya pun akan melakukan survey jalur kembali untuk melihat upaya dalam memperbaiki jalur yang dirasa harus diperbaiki seperti rambu-rambu hingga penerangan jalan.

“Nanti kita akan cek kembali jalur yang sebelumnya sudah disurvey apakah sudah diperbaiki jalannya dan juga penambahan rambu-rambu,” paparnya.

Jika masih ada kekurangan, pihaknya akan kembali menyampaikan guna memenuhi kekurangan tersebut sehingga masyarakat yang melaksanakan mudik bisa aman dan nyaman di jalan. Dari yang dilakukan tersebut, nantinya bisa mengurangi resiko kecelakaan lalulintas.

Polres Cianjur pun menyediakan 12 pos pengamanan dan satu pos terpadu. Pos terpadu berguna sebagai pusat sumber informasi yang di dalamnya terdapat pengontrol CCTV yang disimpan di beberapa titik rawan kecelakaan lalulintas dan macet seperti Ciranjang, Karangtengah, Tugu Pramuka, Pasar Ramayana, Pasar Cipanas dan Gekbrong.

Sehingga ketika ada kemacetan maupun lakalantas terlihat langsung dimonitor oleh Pamenwas yang mengkoordinir dan memerintahkan melalui Handy Talky (HT) kepada petugas.

Untuk kesiapsiagaan, anggota dari TNI/Polri, instansi lain dan elemen masyarakat berjumlah 980 yang tersebar di seluruh pos yang termasuk posyandu di tempat wisata.

“Semua tetap standby, tapi memang dari instansi lain tidak mengisi di pospam. Hanya ada di titik tertentu yang lengkap, melihat daripada kerawanan bahkan dinas kesehatan di setiap pospam ada dengan mobil ambulannya,” ungkapnya.

Terkait kesiapan kepadatan kendaraan yang nantinya lebih banyak melalui jalur selatan dikarenakan akan diberlakukannya sistem satu arah di jalur bebas hambatan, pihaknya pun turut mengundang Kasatlantas Polres Cimahi yang diwakili oleh KBO Cimahi sehingga memudahkan koordinasi apabila melaksanakan sistem satu arah atau one way. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Cipatat.

“Rekayasa lalulintas pasti, karena di Ciranjang tidak ada jalur alternatif. Makanya saya mengundang Kasatlantas Polres Cimahi yang diwakili oleh KBO Cimahi untuk koordinasi one way. Karena belajar dari tahun lalu, ketika kita melaksanakan one way malah terjadi kepadatan di Cipatat yang tidak siap,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, agar mempersiapkan segalanya dari mulai kendaraan hingga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.

(kim)