Harga Sayuran di Cianjur Naik 100 Persen, Cek di Sini Harganya

NAIK: Beberapa harga sayuran mulai kembali merangkak naik jelang akhir puasa. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Harga sayuran seperti Wortel, Kol, Sawi putih, Lobak, dan Bawang daun di Pasar Induk Pasirhayam, Kabupaten Cianjur dihari ke 17 bulan Ramadan mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Harga wortol yang biasanya mencapai Rp5000 per kilogram, saat ini harganya mencapai Rp10000 perkilogram, sedangkan untuk harga sawi putih Rp8000 perkilogram sebelumnya dihargai Rp4000 perkilogram.

“Tak hanya wortol dan sawi putih, untuk bawang daun naik hingga Rp 14.000 semula Rp 7.000 perkilogramnya,” ujar Herni (41) seorang pedagang sayuran di Pasar Induk Pasir Hayam.

Sedangkan untuk harga kol dari Rp 5000 menjadi Rp7000 perkilogram dan lobak semula Rp5000 kini Rp8000 per kilogramnya.

“Semua harga sayuran dari hari pertama bulan Ramadan mengalami kenaikan hingga saat ini harganya belum kunjung turun, meski ada beberapa sayuran yang turun itupun kembali naik lagi,” tambahnya.

Dirinya mengungkapkan, kenaikan harga sayuran tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya harga sayur di pertengahan puasa sudah turun, namun kali ini belum kunjung turun.

“Naiknya harga sayuran tersebut mungkin disebabkan oleh tingkat kebutuhan sayuran dibulan puasa meningkat. Selama ini pasokan sayuran yang dikirim dari Cipanas itu berjalan dengan normal,” tuturnya.

Ia mengungkapkan semenjak terjadinya kenaikan harga terhadap beberapa sayuran itu, tingkat penjualan sayuran kian menurun dalam setiap harinya, akibatnya sayuran yang sudah distok menjadi busuk dan terpaksa harus dibuang.

“Saya cuman bisa berharap harga sayuran dapat segera turun kerharga normal, kalo terus-terusan seperti ini mungkin saya dan pedagang sayuran yang lainnya akan mengalai kerugian hingga jutaan rupian,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindagin), Yana Muhammad Kamaludin mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke pasar-pasar tradisional guna memastikan harga tidak sampai seperti sebelumnya yang melonjak tajam.

Di sisi lain, kenaikan harga tersebut tentunya tidak hanya berdampak kepada pembeli saja. Namun, kenaikan tersebut berdampak kepada penjual yang sepi pengunjung.

“Insya allah nanti kita akan cek ke pasar-pasar tradisional untuk melakukan pengecekan harga tersebut (sayuran, red), kenaikan ini tidak hanya merugikan pembeli saja tapi merugikan pedagang yang sepi pengunjung,” ungkapnya.

Berbagai upaya pun sudah dilakukan untuk mengendalikan harga pasar, dari mulai menyambangi tempat pusat sayuran agar ketersediaan hingga lebaran nanti aman.

(kim)