Imbas Rusuh Jakarta, Pedangan Meradang

#DamailahIndonesiaku

RADARCIANJUR.com – Semakin dalam memasuki Ramadan, semakin beragam pernak-pernik penunjang ibadah yang diincar pengunjung di sebagian pasar di Ibukota DKI Jakarta. Tetapi tidak dengan yang terjadi di Pasar Cipanas, Cianjur. Hampir 75 persen pedagang busana muslim di pasar tradisional itu mengeluh.

Hal tersebut bukan hanya dikarenakan musim politik di tahun ini yang bergitu berpolemik, tetapi juga karena kerusuhan Jakarta yang membuat Pasar Tanah Abang tutup tak beroperasi.

Sekretaris DPP Pasar Cipanas, Sadidudin Albusyairi mengatakan, adanya kerusuhan di dekat Pasar terbesar se-Asia tenggara itu, mengakibatkan para penjual di Pasar Cipanas, tidak bisa berbelanja untuk kebutuhan stok penjualan.

Selain itu, lebih lanjut ia mengatakan, penurunan omzet di tahun ini, jauh lebih merosot jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Apalagi bagi para pedagang busana muslim, yang sangat mengeluhkan kondisi tersebut. Bahkan penurunan omset tersebut bisa mencapai 50 persen.

“Kalau kita bandingkan di tahun-tahun sebelumnya, omset pedagang itu masih tidak terlalu signifikan. Tetapi untuk tahun ini, sangat dirasakan sekali anjloknya. Apalagi dengan kejadian di Tanah Abang kemarin, pasti sangat berdampak ke pedagang, karena tidak bisa membeli barang kesana,” kata Dudin.

Menurut Sekretaris DPP Pasar yang sekaligus salah seorang pedagang busana muslim itu mengatakan, jika melihat dari omset rata-rata perhari, penjualan di tahun sebelumnya bisa mencapai hingga lima juta perhari. Tetapi kini, hanya mencapai dua atau tiga juta perhari.

“Itupun omset kotor ya kang, bukan keuntungan bersih. Dan ini diyakini oleh kami sebagai pengurus DPP, penurunan tersebut hampir dirasakan semua pedagang kain di pasar tradisional,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, hampir 80 persen pedagang kain, baik pakaian, busana muslim, sarung, ataupun sejenisnya, sangat bergantung ke pasar Tanah Abang. Karena selain harganya, juga barang-barang di sana sangat beragam motif, model dan jenisnya.

“Kami masih menunggu kejelasan setelah adanya peristiwa di tanah Abang waktu itu. Dengan solusi berbelanja ke Bandung, atau menunggu Tanah Abang pulih kembali,” terangnya.

Ia dan para pedagang lain berharap, perekonomian di pasar tradisional ini bisa menjadi pulih bahkan lebih baik lagi dari segala sektor. Bukan hanya infrastruktur saja, tetapi sektor lain.

“Jadi mudah-mudahan siapapun yang menjadi pemimpin negara nanti, intinya bisa menjadi lebih baik lagi. Apalagi bagi kami sebagai pedagang di pasar, sangat berharap bisa ramai kembali,” tandasnya.

(dan)