Sambut Libur Lebaran, Naringgul Tawarkan Wisata Sunset dan Seribu Curug

Salah satu air terjun di Naringgul

RADARCIANJUR.com – Kecamatan Naringgul, Cianjur selatan, menyimpan sejumlah potensi wisata indah bak permata terpendam. Naringgul juga dikenal sebagai daerah seribu curug atau air terjun. Sebutan itu pun tak berlebihan lantaran Naringgul memang menawarkan wahana wisata curug yang cukup banyak. Soal keindahan, jangan ditanya lagi. Uniknya, leak curug-curug tersebut juga tak berjauhan. Sehingga bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan libur Lebaran.

Naringgul memiliki sebuah jalan yang cukup terkenal, Tanjakan Mala yang berada di jalur Cianjur-Bandung. Dulu, kawasan tersebut dikenal rawan longsor, kecelakaan hingga tindak kriminal. Kini, beda lagi. Kawasan itu kini bukan saja berubah indah, tapi juga menawarkan sejumlah wahana wisata curug atau air terjun.

Tak jauh dari lokasi yang bisa digunakan untuk menikmati sunset atau matahari terbenam itu, ada dua curug yang memiliki keindahan luar biasa. Yakni Curug Dengdeng dan Curug Batu Ngomong yang letaknya tak begitu berjauhan sekitar satu kilometer saja.

Yang cukup istimewa, dua dari sekian curug yang dimiliki Naringgul itu siap menyambut libur lebaran tahun ini. Pasalnya, kedua wahana wisata alam itu siap dibuka untuk umum.

Dua lokasi yang bisa menjadi destinasi wisata alam itu dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul. Diyakini, Curug Dengdeng dan Curug Batu Ngomong bakal makin dipadati wisawatan lantaran selama ini memang sudah cukup dikenal.

Salah seorang pengurus LMDH Saluyu, Asep Alek (50) mengatakan, warga sebelumnya secara gotong royong terus membenahi Curug Dengdeng dan Curug Batu Ngomong agar makin memanjakan wisatawan. Salah satunya terkait akses atau jalan menuju ke lokasi yang kian dipermak sedemikian rupa untuk memudahkan wisatawan menjangkaunya.

“InsyaAllah libur panjang hari raya Idul Fitri tahun ini, wahana wisata Curug Dendeng dan Curug Batu Ngomong sudah bisa dikunjungi,” tuturnya.

Selain menawarkan pemandangan menakjubkan, pihak pengelola juga melengkapinya dengan hal lain, seperti kuliner. “Selain menikmati pemandangan wahana wisata Curug Dendeng, pengunjung juga bisa menikmati makanan kuliner di loaksi,” katanya.

Asep mengakui, fasilitas di kedua curug tersebut memang masih belum sepenuhnya memadai, lantaran selama ini pembiayaan tidak dibantu dari pihak manapun. Warga pun secara swadaya, sedkit demik sedikit, terus menyiapkan ‘permata terpendam’ itu agar benar-benar bisa dinikmati wisatawan.

“Kami jamin, setelah sampai ke lokasi, wisatawan tidak akan kecewa,” ucapnya.

Harapannya, kedepan, kedua curug tersebut makin disukai wisatawan dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan dan bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi warga setempat.

“Mudah-mudahan, setelah dibukanya Curug dengdeng dan Curug Batu Ngomong, wisata ini kedepan bisa jadi besar dan semoga pemerintah desa bisa membantu anggaran,” harapnya.

Hal yang senada juga diungkap Ajo (57), mantan kepala Desa Wangunjaya yang menyatakan dukungannya atas dibukanya kedua curug tersebut.

“Kebetulan akses jalan untuk menuju lokasi wahana wisata melewati area kebun kami, jadi kami sangat mendukung sekali dengan rencana LMDH Saluyu membuka tempat wisata ini,” katanya.

Ajo juga berharap, dengan dibukanya kedua curug tersebut, bisa makin mensejahterakan masyarat desa setempat, utamanya Desa Wangunjaya.

“Harapan kami kedepanya adanya wisata ini bisa mensejahterakan warga desa, baik yang berjualan atau yang lain-lainnya. Semoga saja pihak pemerintah desa tertarik sehingga bisa dibangun BUMDES seperti desa tetangga yang sudah menjalankan,” harapnya.

(jay)