Bulan Ramadan, 16 PSK di Cianjur Kena Razia

PEKAT: Operasi gabungan untuk menegakan Perda No 13 tahun 2013 mengenai larangan pelacuran dan pembersihan penyakit masyarakat. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 16 Perempuan Pekerja Sek Komersial (PSK) terjaring Operasi Praja Wibawa (OPW) di beberapa tempat di Kabupaten Cianjur. Operasi gabungan yang terdiri atas Satpol PP Kabupaten Cianjur, Satpol PP Jawa Barat (Jabar) dan TNI-Polri.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Cianjur, Robi Erlangga mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur No 21 tahun 2000 tentang larangan pelacuran, serta Perda Nomor 13 tahun 2013 tentang pengendalian dan penegakan penyakit masyarakat di wilayah Cianjur.

“Kami beserta Satpol PP Provinsi Jabar berhasil mengamankan 16 perempuan terduga PSK dibeberapa lokasi di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak lain untuk menjaga keamanan dan ketertiban terlebih di bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan ini program yang digelar serentak se-Jawa Barat.
“Sebanyak 16 perempuan tersebut diamankan dari beberapa wilayah, diantaranya Wisata Jangari Mande, Jalan Lingkar Timur, Karangtengah, Cugenang, Cipanas dan Pacet,” paparnya.

Lanjutnya, hasil dari pemeriksaan dan keterangan para perempuan tersebut nantinya akan ada yang dikirim ke panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur.

“Hasil keterangan mereka menentukan berapa orang yang akan dikirim ke panti rehabilitasi,” jelasnya.

Bukan hanya itu, pihaknya menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi dari salah satu tas milik perempuan yang terjaring dan mengamankan beberapa botol miras yang tengah dikonsumsi.

Ia menungkapkan, hotel, dan warung yang diduga digunakan untuk maksiat pun turut menjadi sasaran pemeriksaan razia.

“Kami rutin menggelar kegiatan operasi pekat seperti ini. Sasaran kami perempuan yang berkumpul dipenginapan dengan lawan jenis yang bukan muhrim atau suaminya, serta yang berkaliaran dijalan diluar jam malam,” tutupnya.

(kim)