Pria Bertato Tewas Mengenaskan di Perkebunan Teh Desa Mekarwangi

DIBUNUH: Aparat Kepolisian Polres Cianjur sedang melakukan olah TKP di lokasi ditemukanya pria bertato dengan kepala nyarus putus. Foto:Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Mayat pria bertato tanpa identitas ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di perkebunan teh, Kampung Tegalega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Minggu (26/5).

Saat ditemukan mayat pria yang bersimbah darah mengenakan kemeja hitam, celana jean warna biru dan bertato di kedua lenganya dengan badan penuh luka. Penemuan mayat tersebut kontan membuat geger warga sekitar. Bahkan sejumlah warga terlihat berdesak-desakan ingin menyaksikan secara langsung mayat pria remaja yang diduga menjadi korban pembunuhan tersebut.

Kapolsek Warungkondang, Kompol Maksum mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.00 Wib pagi oleh seorang petani yang hendak mengambil rumput di perkebunan teh yang cukup sepi.

“Menurut keterangan saksi pada saat mengambil rumput melihat benda seperti boneka. Setelah diamati ternyata ada mayat dalam keadaan telungkup dan berlumur darah yang sudah mengering,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto menyebutkan berdasarkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bongkahan batu, bercak darah dan senjata tajam. Sementara di tubuh korban terdapat luka bekas bacokan di bagian leher serta luka lebam.

“Setelah dilakukan olah TKP, terdapat kesimpulan, korban tewas beberapa jam setelah ditemukan. Selain ada bercak darah, ada beberapa barang bukti yang diamankan dari lokasi yakni, sebilah golok, jam tangan dan keling,” ungkapnya.

Menurutnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, namun jika dilihat dari kondisi korban, dugaan sementara, korban pembunuhan. “Namun sampai saat ini (kemarin,red), motifnya belum kita ketahui dan akan kita kembangkan. Kita juga masih menelusuri kepemilikan barang temuan tersebut, apakah milik korban atau milik pelaku,” ujarnya.

Lanjut Budi, untuk memperdalam penyelidikan kasus tersebut, selanjutnya akan dilakukan otopsi. “Untuk mengetahui identitas korban, akan dilakukan sidik jari dengan menggunakan alat milik Inafis Polres Cianjur,” pungkasnya.

(dil)