Waduh, Truk Besar Ini Parkir Makan Trotor di Jalan Raya Siliwangi

BANDEL: Sejumlah truk besar pengangkut material bangunan kerap ‘memakan’ trotoar dan membuat macet.

RADARCIANJUR.com – Masyarkat, khususnya pejalan kaki di Jalan Raya Siliwangi, tepatnya di Kampung Caguendang, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, dibuat kesusahan lantaran trotoar yang sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki ternyata ‘menghilang’.

Sebagai gantinya, sejumlah truk material beragam ukuran, sudah lebih dulu menempati trotoar tepat di sisi jalan itu. Akibatnya, masyarakat pun dipaksa mengalah dan ‘mengikhlaskan’ hak sebagai pejalan kaki dirampas.

Tak hanya itu, karena terkadang jumlah truk yang terparkir di trotoar itu jumlahnya tak sedikit, kemacetan pun tak dapat dihindarkan. Alhasil, pengendara yang melintas pun juga dipaksa mengalah.

Ricky Firmasyah (35), salah seorang warga setempat menyatakan, seharusnya toko bangunan tersebut tak seenaknya memarkirkan truk-truk pengangkut bahan-bahan material dalam jumlah besar itu dengan ‘memakan’ trotoar.

Terlebih, proses penurunan bahan bangunan seperti semen, hebel, asbes dan lain sebagianya itu selalu dilakukan setiap hari dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal itu masih ditambah dengan angkot yang berhenti di perempatan Cageudang.

“Harusnya punya lahan parkir sendiri yang luas, yang lebih leluasa. Ini tiap hari terjadinya dan bikin macet. Malahan taman-trotoar untuk pejalan kaki sudah pada retak-retak,” tuturnya kepada Radar Cianjur.

Ia menambahkan, toko yang juga menjual meubeler itu sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu itu, semestinya sudah memiliki lahan parkir sendiri. Karena itu, ia meminta pihak-pihak terkait agar tak tinggal diam.

“Ini harusnya ada tindakan tegas yang dilakukan. Kalau enggak ya bakal begitu terus. Buat apa bikin trotoar bagus tapi pejalan kaki tidak bisa menggunakannya,” kesalnya.

Hal senada disampaikan Agus Hermansyah (40), warga lainnya yang mendukung penuh adanya tindakan tegas dari pihak terkait atas kondisi tersebut. Alasannya, selain pejalan kaki dan pengendara yang terkena imbasnya, juga kondisi trotoar dan taman yang rusak.

“Gimana enggak rusak, yang parkir di trotoar itu kan truk material ukuran besar dan tiap hari. Makanya harus ada tindakan tegas,” desaknya.

Warga meminta, sejumlah dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Kepolisiain dan beberapa dinas lainnya seperti Dinas PUPR Kabupaten Cianjur tak tinggal diam.

“Ya karena rusaknya tamandan trotoar itu diduga kuat akibat banyak truk besar parkir dan naik turun bahan material di depan toko tersebut,” tandasnya.

(mat)