Hadapi Arus Mudik, Polres Cianjur Siagakan Satgas Khusus dan CCTV 24 Jam

PAM LEBARAN: Kapolres Cianjur AKBP Soliyah memimpin Apel Gelar Pasukan pengamanan Lebaran 2019 dan Operasi Ketupat 2019.

RADARCIANJUR.com – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemudik yang melintasi jalur Cianjur pada perayaan hari raya Idul Fitri 1440 H, Polres Cianjur melakukan gelar pasukan persiapan pelaksanaam Operasi Ketupat 2019.

Gelar apel tersebut melibatkan berbagai unsur. Diantaranya TNI/Polri, Satpol PP dan berbagai instansi terkait dari Pemerintah Daerah serta pihak lainnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah mengatakan, pelaksanaan apel gelar pasukan diselenggarakan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan dan seluruh aspek operasi. Termasuk sinergitas dan soliditas komponen penyelenggaranya.

Selain itu juga untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam prosesnya, pihaknya juga sudah melaukan berbagai persiapan lainnya. Seperti pengecekan jalur-jalur mudik di seluruh Cianjur.

”Sebelumnya kami sudah melaksanakan survey jalur utama maupun jalur alternatif kemudian ditindak lanjuti rapat lintas sektoral. Untuk pos pengamanan (pos pam) nanti malam kita sudah isi (personil),” kata Soliyah.

Ia mengatakan, sebanyak 588 personil Polri diterjunkan untuk pengamanan Lebaran 2019 ini. Selain itu juga ada 12 pos pam yang disiapkan di sepanjang jalur-jalur yang dilewati para pemudik. Sementara itu. untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polres Cianjur menyiagakan tim khusus yang tugasnya mobile alias tidak hanya berhenti di satu titik saja.

”Satgas khusus yang mobile ini terdiri dari jajaran Reskrim, yang nanti tugasnya melaksanakan monitoring di seluruh Wilayah Cianjur serta di tempat-tempat yang diindikasi rawan kejahatan. Total dengan babungan TNI, Satpol PP, maupun intansi terkait sebanyak 999 personil,” katanya.

Sementara untuk kelancaran mudik Polres Cianjur juga membuat satgas pengurai kemacetan dimana satgas ini untuk mengantisipasi kemacetan maupun kepadatan kendaraan di jalur mudik.

”Untuk mengantisi kepadatan kendaraan dan kemacetan ada satgas pengurai kemacetan, ini menurunkan jajaran dari lantas yang nanti tugasnya mengurai kemacetan di beberapa titik rawan kemacetan. Dan kita juga siapkan CCTV untuk memonitor 1×24 jam,” pungkasnya.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk mengantisipasi dan mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2019, Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur akan membuka jalur alternatif. Salah satu jalur alternatif yang dipersiapkan adalah jalur Tungguturunan-Tanjungsari-Cianjur.

Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhububgan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Joni mengatakan, datangnya para pemudik yang menggunakan jalur darat dimungkinkan meningkat dari tahun lalu. Terlebih, pemerintah juga bakal menerapkan sistem oneway di sepanjang tol trans Jawa.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lakulintas di jalur utama, pihaknya bersama dengan kajaran Kepolisian Resort Cianjur akan membuka Jalur alternatif dari Tungturanan ke Cianjur

”Sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan Kapolres Cianjur, untuk jalur alternatif akan dibuka mulai dari Tungturanan, Tanjungsari tembus ke Pasar Beas. Dan itu untuk kendaraan dari arah Bandung,” kata Jon, ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Akan tetapi, Joni menekankan, jalur alternatif tersebut hanya berlaku untuk kendaraan kecil saja, seperti kendraaan roda empat dan roda dua saja.

”Jalur alternatif nantinya di lihat dari situasional atau kondisi terkini di lapangan. Karena kalau berdasarkan informasi dari pihak kepolisian nantinya akan diberlakukan sistem buka tutup jalur yang dimulai dari jalan kereta Api Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi,” jelasnya.

Joni mengatakan, untuk kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung akan diberlakukan sistem buka tutup jalur yang dimulai dari Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi.

”Pastinya kita berupaya bagaimana caranya agar nantinya kendaraan ini tidak menumpuk,” katanya.

Joni mengaku untuk arus kendaraan di jalur Puncak-Cipanas, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir. Karena, tidak ada penerapan aturan khusus di jalur tersebut dan hanya akan dibelakukan sistem pengatutan lalulintas seperti biasanya.

”Saya rasa kalau untuk jalur Cipanas tidak terlalu khawatir. Karena untuk rekayasanya akan dilakukan seperti di hari libur biasa, seperti Sabtu dan Minggu atau hari libur,” pungkasnya.

(dil)