Arus Mudik Lebaran, Kendaraan Berat Boleh Lewat Puncak?

Jalur Puncak

RADARCIANJUR.com – Petugas melakukan penjaringan bagi kendaraan yang akan melintasi jalur Puncak. Arteri penghubung Bogor dan Cianjur ini melarang sejumlah kendaraan besar melintasi jalur puncak. Kendati demikian, kendaraan dengan muatan besar masih boleh melintas apabila membawa kebutuhan pokok masyarakat.

Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berkoordinasi dengan Polres Cianjur untuk menindak kendaraan yang relatif nakal dan memaksa melintas. Yang menjadi perhatian adalah kendaraan seperti truk roda enam lebih dan truk dengan gandengan.

“Itu sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2019. Kendaraan dengan muatan yang berat per tanggal 30 Mei sampai dengan 2 Juni 2019 dan juga pada tanggal 8 hingga 10 Juni 2019 dilarang melintas,” ujar Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Muhamad Iqbal Safaruddin.

Pada Peraturan Menteri tersebut, ternyata tidak semua kendaraan berat dilarang. Ada beberapa kendaraan dengan muatan yang diperbolehkan melintas, seperti kendaraan yang memang membawa muatan untuk kebutuhan pokok masyarakat seperti truk pengangkut BBM atau BBG, bus antar kota dan truk yang membawa muatan sembako.

Selain itu, kendaraan dengan muatan berat yang tidak membawa kebutuhan pokok dan memang harus melalui jalur Puncak-Cianjur bisa melintas. Asal harus memiliki surat izin dari Kementrian Perhubungan. Namun, jika kendaraan muatan berat yang tidak memiliki izin maupun yang tidak membawa kebutuhan pokok masyarakat akan diberikan tindakan berupa penilangan.

“Ada pengecualian selain kendaraan yang membawa muatan kebutuhan masyarakat, yaitu kendaraan yang mengantongi izin dari Kementrian Perhubungan dan jika kendaraan muatan lebih tersebut bukan untuk kebutuhan pokok serta tidak memiliki izin akan ditindak yaitu dengan penilangan,” jelasnya.

Hingga saat ini, persiapan sudah hampir rampung. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan perlengkapan di jalan seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan rambu-rambu portable sudah dipasang.

Sementara itu, kondisi sejumlah jalur lalu lintas di siang hari kemarin terpantau lancar. Di jalur yang menghubungkan Kabupaten Cianjur, dengan Kabupaten Sukabumi, hingga Rabu (29/5) atau H-6 jelang lebaran 2019 arus lalulintas terpantau lancar.

Berdasarkan pantauan Radar Cianjur, di Jalan Raya Cianjur Sukabumi arus kendaraan dari Cianjur ke Sukabumi, atau pun sebaliknya, begitu lancar meskipun sesekali terjadi tumpukan atau antrean kendaraan.

Panit Lantas Polsek Warungkondang Aiptu Acep Wliya mengatakan hingga hari pertama digelar Operasi Ketupat, jalan raya Cianjur Sukabumi tidak mengalami peningkatan volume kendaran secara signifikan. “Sementara arus lalulintas yang terpantau dari dua arah, baik dari Cianjur atau Sukabumi masih landai, belum ada lonjakan arus yang signifikan,”katanya.

Menurutnya, volume kendaraan diperkirakan akan mengalami lonjakan pada H-2 jelang lebaran. “Kalau dilihat dari operasi ketupat yang dulu-dulu, biasanya H-2 sudah mulai terpantau ada lonjakan kendaraan,” katanya.

Acep mengatakan Jalan Raya Cianjur Sukabumi merulakan jalur alternatif menuju Jakarta atau sebaliknya, dengan begitu jika ada penutupan jalur puncak, tentu volume kendaraan di Jalan Raya Cianjur Sukabumi akan mengalami lonjakan. “Kalau situasi jalur puncak ditutup, arus akan dialihkan ke jalur Jonggol dan Sukabumi, tentu ada pengaruhnya juga untuk antrian kendaraan di jalan raya Cianjur Sukabumi,” katanya.

Lanjut Acep, di jalan raya Cianjur Sukabumi ada beberapa titik yang bisa disebut daerah rawan kecelakaan, diantaranya di Gekbrong, Bangbayang, dan Ciwalen, untuk itu para pengendara harap berhati-hati saat melintas di daerah tersebut. “Bagi para pemudik yang akan mudik ke kampungnya masing-masing agar tingkatkan kewaspadaan saat berkendara, utamakan keselamatan, jika ngantuk atau lelah silahkan menepi ke tepi jalan atau beristirahat di pos-pos yang telah disediakan,” pungkasnya.

Di lain wilayah, dari pantauan di lapangan, kondisi arus di Jalan Raya Cipanas tepatnya di depan pasar Cipanas masih ramai lancar.
Kondisi ini disebabkan masih banyak warga Cipanas dan sekitarnya yang hendak berbelanja di ke pasar. Sehingga terlihat semakin padat.

“Sejauh ini masih lokalan. Artinya masih kebanyakan dari warga Cipanas, dan masih warga Cianjur yang lalu lalang di sekitar jalan ini. Bahkan disinyalir warga yang akan belanja. Tapi dampaknya cukup lumayan meriah lancar,” papar Anggota Satlantas Polsek Pacet Brigadir Hamzah saat ditemui di Pos Pengamanan Lebaran.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Adhimas Suryo Putra mengatakan, titik kemacetan di Kabupaten Cianjur diakibatkan karena beberapa faktor, dari mulai kemacetan yang mengekor hingga pasar seperti di Ciranjang. Yang menjadi itik rawan kemacetan yaitu Ciranjang, Sukaluyu, Puncak-Cipanas dan Cianjur Kota.

Dalam mengantisipasi penumpukan kendaraan, pihaknya sudah mempersiapkan rekayasa lalulintas. Untuk kemacetan yang terjadi sepanjang jalur Cugenang hingga Cipanas, nantinya akan diberlakukan penutupan jalan di Bundaran Tugu Tauco dialihkan ke Sukabumi dan Jonggol namun itu tergantung situasi jalan.

Sementara untuk wilayah Ciranjang, kemacetan diakibatkan karena kesadaran masyarakat terhadap hukum kurang. Seperti menyebrang sembarangan tanpa melihat situasi jalan, padahal sudah ada jembatan penyebrangan orang (JPO).

“Nanti untuk penutupan bundaran Tugu Tauco itu situasional, jadi kalau kemacetan dari Bogor ekornya sampai Cipanas, maka akan kita tutup untuk kendaraan yang akan ke Cipanas lalu dialihkan ke Jonggol dan Sukabumi. Sementara Ciranjang kemacetan diakibatkan karena kesadaran masyarakat terhadap hukum kurang, menyebrang seenaknya tidak melihat situasi lalulintas terlebih dahulu dan juga kendaraan umum yang terkadang berhenti di sembarang tempat,” paparnya.

Nantinya Polres Cianjur yang bekerjasama dengan Polres Cimahi akan memberlakukan sistem satu arah atau one way dimulai dari Ciranjang. Hal tersebut untuk lebih memudahkan penguraian kendaraan.

(dil/dan/kim)