Mau Mudik? Cek di Sini Sembilan Titik Rawan Kecelakaan dan Bencana di Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Masyarakat khususnya warga Cianjur yang akan berpergian wajib berhati-hati saat mudik lebaran. Kabupaten Cianjur ternyata menyimpan sembilan titik rawan yang terdiri dari empat titik rawan kecelakaan (laka) dan lima titik rawan bencana alam longsor.

Kanit Laka Satlantas Polres Cianjur, Ipda Iwan Hendi mengatakan, di Kabupaten Cianjur terdapat beberapa titik yang memang rawan lakalantas. Kerawanan di beberapa titik itu biasanya diakibatkan oleh rem blong dan mengendarai kecepatan melebihi batas.

Ia menjelaskan, titik yang rawan lakalantas yakni jalur Gekbrong, Lingkar Timur, sepanjang jalan Cugenang dan Ciloto. ”

Kalau Gekbrong dan Ciloto biasanya diakibatkan karena rem blong, sementara sepanjang jalan Cugenang dan Lingkar Timur itu karena pengemudi mengendarai kendaraan melebihi batas kecepatan dengan kondisi jalan yang lurus,” ujarnya.

Pihaknya pun tak henti-hentinya terus memberikan imbauan berupa keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran. Sehingga terciptanya mudik lebaran yang kondusif.

Di sisi lain, sejumlah jalur mudik di Kabupaten Cianjur pun masih dinilai rawan bencana. Berkaca pada tahun sebelumnya, bencana longsor masih kerap terjadi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi mengatakan, bencana yang kerap kali terjadi di jalur mudik yaitu bencana longsor dibanding bencana lainnya.

Pasalnya, di sejumlah wilayah kontur jalan yang dilalui pemudik memang bersampingan dengan tebing yang curam. Titik rawan bencana di Kabupaten Cianjur yakni Cipanas, Ciloto, Cikalongkulon, Naringgul dan Cibinong.

Ia memaparkan, kondisi akan diperparah apabila sampai terjadi hujan deras, sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik harus lebih waspada. “Kalau dari tahun sebelumnya ada lima titik rawan bencana. Apalagi sampai hujan deras kan tentu mengkhawatirkan,” tutur Doddy.

Untuk kesiapsiagaan, pihaknya sudah menyediakan posko tepatnya di Tugu Pramuka. Lanjutnya, untuk mengantisipasi segala kemungkinan pihaknya sudah menyiagakan petugas yang siap siaga 24 jam. “Kita sudah menyiapkan posko di Tugu Pramuka dan untuk mengantisipasi segala kemungkinan, kita sudah menyiapkan petugas yang berjaga 24 jam karena kita kan terus keliling juga untuk memantau situasi,” paparnya.

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah mengatakan, pelaksanaan apel gelar pasukan diselenggarakan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan dan seluruh aspek operasi. Termasuk sinergitas dan soliditas komponen penyelenggaranya. Selain itu juga untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam prosesnya, pihaknya juga sudah melaukan berbagai persiapan lainnya. Seperti pengecekan jalur-jalur mudik di seluruh Cianjur.

“Sebelumnya kami sudah melaksanakan survey jalur utama maupun jalur alternatif kemudian ditindak lanjuti rapat lintas sektoral. Untuk pos pengamanan (pos pam) nanti malam kita sudah isi (personil),” kata Soliyah.

Ia mengatakan, sebanyak 588 personil Polri diterjunkan untuk pengamanan Lebaran 2019 ini. Selain itu juga ada 12 pos pam yang disiapkan di sepanjang jalur-jalur yang dilewati para pemudik. Sementara itu. untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polres Cianjur menyiagakan tim khusus yang tugasnya mobile alias tidak hanya berhenti di satu titik saja.

“Satgas khusus yang mobile ini terdiri dari jajaran Reskrim, yang nanti tugasnya melaksanakan monitoring di seluruh Wilayah Cianjur serta di tempat-tempat yang diindikasi rawan kejahatan. Total dengan babungan TNI, Satpol PP, maupun intansi terkait sebanyak 999 personil,” katanya.

Sementara untuk kelancaran mudik Polres Cianjur juga membuat satgas pengurai kemacetan dimana satgas ini untuk mengantisipasi kemacetan maupun kepadatan kendaraan di jalur mudik. “Untuk mengantisi kepadatan kendaraan dan kemacetan ada satgas pengurai kemacetan, ini menurunkan jajaran dari lantas yang nanti tugasnya mengurai kemacetan di beberapa titik rawan kemacetan. Dan kita juga siapkan CCTV untuk memonitor 1×24 jam,” pungkasnya.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk mengantisipasi dan mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2019, Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur akan membuka jalur alternatif. Salah satu jalur alternatif yang dipersiapkan adalah jalur Tungturunan-Tanjungsari-Cianjur.

Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhububgan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Joni mengatakan, datangnya para pemudik yang menggunakan jalur darat dimungkinkan meningkat dari tahun lalu. Terlebih, pemerintah juga bakal menerapkan sistem oneway di sepanjang tol trans Jawa.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lakulintas di jalur utama, pihaknya bersama dengan kajaran Kepolisian Resort Cianjur akan membuka Jalur alternatif dari Tungturanan ke Cianjur.
“Sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan Kapolres Cianjur, untuk jalur alternatif akan dibuka mulai dari Tungturanan, Tanjungsari tembus ke Pasar Beas. Dan itu untuk kendaraan dari arah Bandung,” kata Jon, ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Akan tetapi, Joni menekankan, jalur alternatif tersebut hanya berlaku untuk kendaraan kecil saja, seperti kendraaan roda empat dan roda dua saja. “Jalur alternatif nantinya dilihat dari situasional atau kondisi terkini di lapangan. Karena kalau berdasarkan informasi dari pihak kepolisian nantinya akan diberlakukan sistem buka tutup jalur yang dimulai dari jalan kereta Api Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi,” jelasnya.

Joni mengatakan, untuk kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung akan diberlakukan sistem buka tutup jalur yang dimulai dari Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi. “Pastinya kita berupaya bagaimana caranya agar nantinya kendaraan ini tidak menumpuk,” katanya.

Joni mengaku untuk arus kendaraan di jalur Puncak-Cipanas, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir. Karena, tidak ada penerapan aturan khusus di jalur tersebut dan hanya akan dibelakukan sistem pengatutan lalulintas seperti biasanya.

“Saya rasa kalau untuk jalur Cipanas tidak terlalu khawatir. Karena untuk rekayasanya akan dilakukan seperti di hari libur biasa, seperti Sabtu dan Minggu atau hari libur,” pungkasnya.

(kim/dil)