Pemudik Diprediksi Naik 10 Persen

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2019 meningkat 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

“Prediksi naik 10 persen, kenaikan jumlah kendaraan mudik. Saya belum hafal angka dasarnya, yang pasti 10 persen dari tahun lalu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hery Antasari.

Hery mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkan angkutan Lebaran 2019 akan lebih lancar dibandingkan tahun lalu terkait adanya jalan tol baru. “Secara umum kita mendapatkan informasi prediksi bahwa angkutan Lebaran tahun ini bisa lebih lancar dengan adanya tol-tol baru,” kata dia.

Sehingga, kata Hery, isu utama dalam pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini bukan lagi bertumpu pada masalah kemacetan tapi kepada aspek keselamatan. “Jadi isunya lebih baik soal keselamatan, bagaimana kita menjamin keselamatan para pemudik dan pebalik karena tol yang panjang. Itu banyak risiko, kelelahan, jumlah rest area, menjadi isu muncul di angkutan Lebaran 2019,” tuturnya.

Hery mengatakan keberadaan Tol Cipali akan menjadi fokus perhatian pihaknya terkait angkutan Lebaran 2019 di Jawa Barat. “Jadi itu masih dirasa kurang jumlah rest area, hingga menangani masalah kemungkinan kemacetan di gerbang tol,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memprediksi penumpang semua moda transportasi akan mengalami kenaikan pada periode mudik tahun ini. Angkanya melampaui tahun sebelumnya. “Pemudik tahun ini meningkat. Saya mengidentifikasi darat, udara, laut, itu naik semuanya,” kata Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (28/5).

Menhub menyebutkan, persentase kenaikan jumlah penumpang di tiga moda itu sangat bervariasi, mulai dari 2 persen hingga 7 persen. “Bahkan darat dan laut itu naik sekitar 5 sampai 7 persen. Udara yang paling kecil, Kira-kira 2 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya bersyukur karena ada kenaikan penggunaan transportasi publik yang digunakan masyarakat untuk mudik. Karena itu, tahun ini yang menjadi fokus perhatian adalah keselamatan dalam berlalu lintas. “Jadi alhamdulillah penumpang naik, sehingga sekarang ini harus kita hadapi adalah isu keselamatan. Apa itu, di jalan tol jangan ngebut, tidak boleh lebih 100 km/jam, yang mau naik motor kalau bisa jangan, (silakan) naik bus, naik kereta api,” terangnya.

Ia menambahkan, pengecekan kondisi kendaraan yang digunakan dalam moda angkutan Lebaran juga harus dilakukan. “Satu lagi ramp check bagi bus-bus, mereka yang baik bus lihat sudah di-ramchek belum? Karena apa? Kapolres dan Dishub akan melakukan law enforcement, akan memberhentikan bus itu jika tidak ada surat tanda ramp check,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 30, 31 Mei dan 1, 2 Juni. Sedangkan untuk arus balik yaitu tanggal 8, 9, 10 Juni. Pemerintah bersama instansi terkait sudah mempersiapkan serangkaian persiapan dan pemantauan mudik 2019.

(tri)