Jelang Lebaran, Sampah di Cipanas Meningkat

BERSIHKAN: Tim rumah singgah sampah Cipanas tengah membersihkan sampah untuk diangkut truk DLH Cianjur. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Selama bulan suci Ramadan, volume sampah di Cipanas mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan volume sampah inipun diprediksi lebih meningkat terus jelang hari raya Idul Fitri hingga setelah lebaran nanti.

Koordinator K3 Kecamatan Cipanas, Dede Ichsan mengatakan, peningkatan volume sampah ini sudah terlihat sejak Ramadan sekitar 50 persen. Dan bahkan di hari lebaran nanti akan lebih meningkat hingga 75 persen dari bulan-bulan biasanya.

“Kebanyakan peningkatan sampah ini terdiri dari sampah warga saat lebaran maupun sampah pemudik yang melintas di jalur protokol Cipanas,” kata Dede.

Menurutnya, peningkatan volume sampah itu pun, menjadi hal yang sudah biasa terjadi. Mengingat pada saat tersebut adanya perubahan pola konsumsi dari masyarakat saat Idul Fitri. “Jadi pengalaman sebelumnya juga, ketika mendekati lebaran selalu ada peningkatan tonase sampah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah sampah pada saat lebaran bisa mencapai 75 ton per hari. Itupun kemungkinan besar masih bisa bertambah. Lebih lanjut ia mengatakan, jika dibandingkan saat hari-hari biasanya selain hari raya, jumlah sampah hanya mencapai 50 hingga 60 ton perhari.

“Jujur saja, itu tidak dapat kami kendalikan semua, karena kondisi di lapangan yang cukup terbatas dari kami sebagai pengelola sampah di Cipanas,” kata Dede.

Ia pun berharap pada semua lapisan masyarakat dan semua unsur yang lainnya agar bisa lebih memperhatikan terhadap tim kebersihan keindahan dan ketertiban (K3) di wilayahnya. Karena tugas yang rumah singgah sampah ini cukup berat. Apalagi ketika musim ramai seperti lebaran ini.

“Karena memang tugas kami ini untuk memberi manfaat dan kenyamanan kepada seluruh masyarakat dari berbagai golongan, maka tolong lebih memperhatikan keberadaan kami dan tim rumah singgah ini. Karena tanpa tim kami, Cipanas ini akan terlihat lebib kotor dan kumuh. Masyarakatpun akan sangat tidak nyaman dan dapat terserang sumber penyakit serta bencana,” tandasnya.

(dan)