Pengabdian Masinis Gatot, 9 Tahun Tak Pernah Lebaran Bersama Keluarga

Gatot Arifianto seorang masinis yang bertugas mengemudikan Kereta Api (KA) Matarmaja rute Pasar Senen-Malang. Sembilan tahun tak pernah lebaran bersama keluarganya. (Sabik/JawaPos.com)

RADARCIANJUR.com – Moda transportasi kereta api selalu menjadi primadona setiap musim mudik lebaran tiba. Tiket kereta bahkan sudah terjual habis sejak tiga bulan sebelum hari raya Idul Fitri. Bahkan, tidak sedikit warga yang berharap masih ada kereta tambahan yang dikeluarkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Tentunya, tanpa mengesampingkan kontribusi pekerja PT KAI lainnya, peran masinis dalam situasi ini sangat vital. Mereka rela untuk tak berlebaran dengan keluarganya, demi mengantarakan para pemudik agar bisa merayakan idul fitri di kampung halaman.

Salah satunya adalah, Gatot Arifianto seorang masinis yang bertugas mengemudikan Kereta Api (KA) Matarmaja rute Pasar Senen-Malang. Selama sembilan tahun mengabdi, ia tak pernah berlebaran bersama keluarganya. Namun, tak pernah sedikit pun ia mengeluh.

Setiap Idul Fitri, Gatot selalu mendapat jadwal tugas. Entah itu berangkat pagi hari, maupun siang hari. Pastinya setiap hari raya ia selalu sedang bertugas mengantarkan para pemudik.

“Hampir setiap lebaran (nggak bareng keluarga),” ujar Gatot saat ditemui di Stasiun Pasar Senen Jakarta, Senin (3/6).

Idul Fitri tahun ini jika jatuh pada Rabu (5/6) dipastikan dia kembali tidak di rumah. Dari jadwal yang diterima, dia dijadwalkan tugas mengemudikan kereta dari Cirebon menuju Jakarta.

“Lebaran kali ini kemungkinan di jadwal berangkat pagi, pas hari H. Kebetulan saya masinis Cirebon, jadi berangkat hari H dari Cirebon ke Jakarta,” imbuhnya.

Momen kebersamaan dengan keluarga yang hilang nampak tak membuatnya sedih. Karena, dengan melihat pemudik bisa tiba di kampung halamannya dengan selamat dan bisa merayakan Idul Fitri bersama sanak saudara seolah membayar tuntas pengorbanannya.

“Senang aja bisa nganter orang lain ke kampung halamannya sampai selamat,” kata Gatot.

Besarnya tanggungjawab yang harus diembannya membawa ribuan penumpang setiap tahun, membuat Gatot harus pintar menjaga kesehatannya. Sebab, jika jatuh sakit waktu dinasnya pasti akan terganggu. Bahkan kesempatan mengantar penumpang akan hilang karena harus menepi dari tugas.

Apalagi di waktu musim libur lebaran seperti sekarang, jadwal perjalanan kereta akan semakin padat. Maka kondisi tubuh yang bugar sangat dibutuhkan dalam kesempatan kali ini.

“Kalau dari segi jadwal lebih padat karena banyak kereta tambahan, Jadi harus bisa jaga stamina,” tegas Gatot.

Sekalipun jarang berkomunikasi langsung dengan penumpangnya, Gatot meminta mereka untuk senantiasa berdoa sepanjang berjalan. Supaya perjalanan bisa lancar dan terhindar dari kecelakaan hingga tujuan akhir kereta.

(jpg)