Gunung Padang Longsor

TAK JAUH DARI ZONA INTI: Longsor terjadi karena kondisi tebing medinilai curam dan tergerus oleh aliran air di lereng timur. Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Longsor terjadi di area Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka pada Senin (10/6). Material tanah yang berada di Situs megalitikum kebanggaan Cianjur bahkan Jawa Barat ambruk akibat tergerus aliran air sungai kecil.

Longsor terjadi di lereng timur dan mencapai lebar 30 meter dan panjang 67 meter. Sayangnya, lokasi longsoran itu berada tak jauh, atau sekitar 100 meter ke arah zona inti cagar budaya nasional Gunung Padang.

Koordinator Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang (45) mengatakan, tak ada batu-batu situs Gunung Padang yang terbawa longsor karena Balai Besar Cagar Budaya dan Kepurbakalaan langsung melakukan pencegahan longsoran dengan mematok bambu sistem terasering.

Nanang menduga longsoran terjadi karena ada saluran air di bawah lereng timur yang menggerus tebing. “Pengunjung tak perlu khawatir karena lokasi longsoran memang berada di sebelah timur dan saat ini sudah dilakukan pencegahan dan perbaikan,” kata Nanang ditemui di lokasi Gunung Padang, kemarin.

Ia memaparkan, bencana longsor memang tak bisa dilihat dari jalur pendakian pengunjung karena berada di sisi lereng timur. “Pengunjung juga tak akan terganggu dan kebanyakan tak mengetahui adanya longsor,” tuturnya.

Nanang menambahkan, longsor kali ini terbilang tak mengganggu dan tak sebesar longsor yang terjadi beberapa tahun lalu. “Kalau longsor yang sudah lama memang membawa batu, tapi yang sekarang enggak,” paparnya.

Menurutnya, longsor lereng timur juga bukan akibat dari proses eksavasi beberapa waktu lalu karena posisinya cukup jauh dari lokasi tersebut. Longsor ini bukan karena eskavasi, tapi ini karena memang tebingnya yang curam, di bawahnya tergerus air,” pungkasnya.

(dil)