Lebaran Usai, Harga Sayuran Kok Serba Mahal

SERBA MAHAL: Sepakan pasca lebaran, harga sejumlah sayuran tetap mahal khususnya bawang putih dan cabai. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Masyarakat Cianjur khususnya ibu-ibu rumah tangga dimohon untuk lebih bersabar. Sejak sepekan ini, harga sejumlah sayuran tak pernah surut. Kenaikan harga sayuran ini ditenggarai akibat ulah nakal tengkulak dan faktor cuaca.

Mahalnya harga jual sayuran ini dikeluhkan ibu rumah tangga Aisyah (43). Warga Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur ini mengatakan, sejak naiknya harga sayuran, ia pun harus mengirit uang belanja setiap hari. Padahal, jumlah anggota keluarga di kediamannya terbilang tak sedikit.

“Susah ya. Dimana-mana serba mahal. Semoga kenaikan harga ini tidak berlangsung lama,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Hal senada diungkapkan Nina Setiawati (34) warga Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur. Tak hanya berpengaruh kepada pengeluaran belanja makan sehari-hari, namun juga mempengaruhi usahanya. Nina yang sehari-hari bisnis online ini mengaku merasa berat untuk mengimbangi nominal pengeluaran.

Pasalnya, produk makanan yang dijualnya tak bisa dinaikan meskipun semua sekarang serba mahal. “Mau dinaikin juga harga jualannya kan tidak bisa karena nanti pelanggan bisa berkurang,” tutur ibu satu anak ini.

Terpantau di salah satu pasar tradisional di Cipanas, bahan pangan seperti jengkol, bawang putih, cabai, hingga tomat masih menunjukkan harga yang tinggi bahkan ada yang mengalami peningkatan dibandingkan saat puasa dan lebaran.

Berdasarkan data yang disampaikan dari Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur, sejumlah bahan pokok per 11 Juni 2019 di antaranya harga bawang putih berkisar Rp45.000 per kilogram (/kg) menjadi Rp60.000/kg. Harga jengkol mencapai Rp50.000/kg meningkat menjadi Rp60.000/kg.

“Memang ada beberapa komoditi yang naik, dan ada juga yang turun. Kadangkala antara satu pasar dengan pasar lain pun harganya bisa berbeda,” kata Kabid Perdagangan Diskoperindag Cianjur, Yana Muhammad Kamaludin.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha UPTD Pasar Cipanas, Suganda mengatakan, masih cukup tingginya harga bahan pokok terutama sayur mayur, dimungkinkan karena faktor pasokan, juga dari kebutuhan masyarakat dengan daya beli yang masih cukup tinggi. “Khususnya di Pasar Cipanas sendiri harganya sih masih terlihat stabil. Hanya saja beberapa jenis bahan pokok seperti jengkol, dan jenis cabe-cabean ada yang naik,” kata Suganda.

Menurutnya, harga akan kembali normal diprediksi sebulan ke depan, mulai dari sekarang. Bahkan kemungkinan besarnya, nanti sebelum lebaran haji atau hari raya Idul Adha pun akan naik kembali.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Cipanas, Eti Nurhayati mengungkapkan, harga bawang putih yang sebelumnya mencapai Rp100.000/kg, kini turun menjadi Rp40.000 hingga Rp45.000/kg. Sedangkan harga cabai merah domba sejak puasa hanya Rp20.000/kg, kini setelah lebaran mencapai Rp35.000/kg.

Kemudian tomat dari sebelum lebaran Rp8.000/kg, sekarang mencapai Rp15.000/kg. “Biasanya karena dari tengkulak sayurnya yang jadi mahal. Atau bisa juga karena faktor cuaca yang jarang hujan seperti sekarang,” kata Eti.

Ia menambahkan, tiga hari sebelum lebaran, tingkat pembeli cukup tinggi, tetapi pasca lebaran, memang sudah menurun lagi sekitar 40 hingga 50 persen. “Mudah-mudahan saja harga sayuran bisa normal kembali, dan pembeli pun jadi lebih meningkat lagi, dengan harga yang tidak begitu mahal,” pungkasnya.

(ndk/dan)