384 Warga Terima KKS, Gak Cukup tapi Alhamdulilah

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com- Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) dilakukan penyerahan kartu Keluarga Keluarga Sejahtera (KKS) secara non tunai yang disalurkan oleh lembaga bayar yang ditunjuk.

Penyaluran kali ini dibagikan kepada sebanyak 384 penerima manfaat dari program tersebut. Dengan dibantu oleh tim dari pendamping Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Tagana, serta Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, padaRabu (12/6).

Pendamping Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Wilayah Cipanas, Aat Atikah mengatakan, bantuan pangan dari pemerintah ini diberikan kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulannya sebesar Rp 110.000. Dengan data yang telah sesuai dari Kementerian Sosial RI.

“Pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ini berbentuk Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Diharapkan dengan metode penyaluran Non Tunai ini nantinya dapat memberikan kemudahan bagi para keluarga penerima manfaat PKH, tidak ada lagi yang berkumpul tunggu bantuan, karena bisa diakses lewat ATM,” paparnya.

Ia mengatakan, dengan kemudahan yang diberikan, kedepan kapan pun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tersebut bisa ditarik bantuannya sesuai dengan kebutuhan tidak harus melalui antrian yang panjang.

Selain itu, Aat mengatakan, jika dilihat dari data penerima manfaat program ini, memang masih belum semua terupdate secara baik. Artinya masih ada beberapa warga yang tidak sesuai antara dengan kriteria KPM miskin.

“Sebetulnya data dari Kemensos itu sudah diperbaiki. Akan tetapi masih tetap muncul data yang lama. Jadi masih banyak yang belum sesuai dengan kriteria KPM miskin,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, adanya hal semacam itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan RT, RW, dan pemerintah setempat. Guna terus mengupdate data penerima manfaat dari program ini sesuai kriteria yang ditentukan.

Sementara itu, Salah seorang KPM, Ai sartika (48), Warga Sukasari Desa Sindanglaya mengatakan, sangat bersyukur sekali dengan adanya bantuan yang sekarang ini menjadi lebih mudah. Artinya tidak terlalu dipersulit harus ngantri saat pencarian.

“Ya, alhamdulillah sekali. Walaupun nilainya tidak cukup untuk kebutuhan sebulan, tetapi dengan bantuan seperti ini saya merasa terbantu,” kata Ai.

Hanya menurut ibu dua anak ini, diharapkan program-program semacam ini, bisa terus konsisten. Bukan hanya sekedar saat ini saja, tapi bisa berkelanjutan. “Iya mudah-mudahan saja terus bergulir program ini,” ujarnya.

(dan)