Tak Hanya Plt Bupati, KPK Gadungan Minta Rp125 Juta ke Mantan Sekda Cianjur

BERI KESAKSIAN: Plt Bupati Cianjur dicerca ragam pertanyaan oleh majelis hakim. Di hadapan hakim, Herman mengaku tak bisa berbuat banyak dan terpaksa menyetorkan uang kepada terdakwa karena merasa tertekan.

RADARCIANJUR.com – KPK abal-abal tak hanya membidik Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. KPK gadungan ini pun turut menyasar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Oting Zaenal. Jauh lebih besar dibandingkan harga yang diperas kepada Herman, Oting justru kena patok hingga nominal Rp125 juta.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur kemarin, KPK gadungan bernama Mustadjab Latip menjadi terdakwa. Fakta-fakta lain pun akhirnya terungkap soal aksi bulus Mustadjab.

Oting yang kini menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur mengaku sempat dimintai uang hingga Rp 125 juta oleh Mustadjab. Oting yang turut hadir sebagai saksi dalam persidangan memberikan keterangan kepada awak media soal permintaan setoran uang itu.

Oting menjelaskan, kehadirannya merupakan sebagai saksi. Hal berbeda terjadi pada dirinya. Apabila Herman didatangi Mustadjab sebagai KPK, lain kepada Oting. Oting justru didatangi kelompok abal-abal ini dengan alibi bahwa mereka lah orang-orang yang menggerakan KPK untuk menangkap bupati kala itu, Irvan Rivano Muchtar.

“Kalau ke orang lain mungkin mengaku KPK, kalau ke saya tidak. Dia mengaku yang mengarahkan KPK OTT (operasi tangkap tangan). Jadi seolah dia mengarahkan KPK agar melakukan OTT ke bupati saja, tapi ke pak wabup jangan,” ujar Oting kepada awak media, Rabu (12/6).

Ia memaparkan, saat bertemu dengan terdakwa Mustadjab dan rekan-rekannya, ia memilih untuk tak menggubris permintaan pelaku. “Saya tanya untuk apa, mereka bilang kalau pak haji mau jabatan lagi. Saya bilang enggak tertarik, jabatan apalagi yang ada di Pemda. Saya jabatan tertinggi sekda, sudah mundur ngapain lagi, gitu,” tutur Oting.

Oting digiring langsung Mustadjab agar setor uang Rp125 juta. Mustadjab kepada seorang temannya mengaku petugas KPK yang ingin menjumpai Oting. “Ada yang bilang M ingin bertemu dengan saya. Saya bilang boleh saja, sebenarnya saya pancing, betul enggak KPK ini. Ternyata bukan, dan KPK tidak begitu. Sejak awal begitu dengar KPK mau ketemu, saya sudah feeling ini KPK palsu,” ungkapnya.

Berbeda dengan keterangan Plt Bupati Herman yang sempat diperingatkan akan adanya OTT oleh KPK, Oting mengaku tidak mendapat informasi tersebut. Oting tidak melaporkan soal upaya permintaan uang itu karena menduga KPK yang asli sudah memantau aksi para pelaku tersebut.

“Saya tidak melaporkan, cuma saat itu berpikir mungkin sudah dipantau oleh KPK. Jadi pada saat saya pertemuan sekitar 15 menit sampai 20 menit, kemudian langsung digerebek oleh KPK (asli), mungkin KPK sudah memantau,” pungkas Oting.

(dtk)