Pilkada 2020, KPUD Cianjur Ajukan Rp5 Miliar

Pilkada 2020

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur menjadi salah satu wilayah yang turut serta menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. Meski tahapan baru akan dimulai pada September 2019, namun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cianjur sudah mengajukan anggaran sementara sebesar Rp5 miliar.

Dua bulan ke depan, tahapan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Cianjur akan bergulir. Pesta demokrasi pemungutan suara untuk menentukan orang nomor satu di Cianjur ini akan terselenggara pada tahun 2020.

Kepala Sekretariat KPUD Cianjur, Endan Hamdani mengatakan, untuk menghadapi penyelenggaraan Pilkada Cianjur, KPUD Cianjur tengah mengintensifkan koordinasi pengajuan anggaran. “Kita sudah buat RAB yang disampaikan melalui Kesbangpol karena mau masuk ke sistem penganggaran online. Nantinya, pemerintah daerah akan mempertimbangkan terkait kesediaan anggaran,” katanya saat ditemui di Kantor KPUD Cianjur, (13/6).

Menurutnya, sesuai dengan RAB untuk kegiatan di tahun 2019, anggaran yang diajukan KPUD Cianjur sementara sebesar Rp5 miliar karena masih menunggu PKPU tentang tahapan dari KPU RI. “Untuk sementara kita mengajukan Rp5 miliar. Sisanya nanti tahun 2020 sambil menunggu PKPU tentang tahapan,” tuturnya

Endan menambahkan, anggaran tersebut alokasinya untuk persiapan penyusunan anggaran, perencanaan anggaran, penandatanganan MPHD, sosialisasi, pendaftaran calon, verifikasi, sampai nanti pemungutan saura di bulan September 2020. “Untuk keamanan di luar anggaran ini, karena untuk keamanan ada di Polri, Satpol PP dan TNI,” paparnya.

Ia menjelaskan, anggaran yang diajukan sebesar Rp5 miliar ini, diploting pagu indikatif untuk 2019. “Untuk rinciannya kita menunggu PKPU tentang tahapan,” pungkasnya.

Pilkada Serentak akan diselenggarakan kembali pada tahun 2020 mendatang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan, ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak ini. “Tahun 2020 Pilkada akan diikuti 270 daerah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar dalam keterangannya, Kamis (13/06).

Pilkada serentak 2020 merupakan Pilkada serentak gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan Desember 2015. Bahtiar menjelaskan, ke-270 daerah itu rinciannya adalah 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Pilkada Serentak 2020 seharusnya diikuti 269 daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar diulang pelaksanaannya. “Kota Makassar akan diulang pemilihan wali kotanya karena pada 2018 ada calon tunggal yang dikalahkan kotak kosong,” jelas Bahtiar.

KPU sendiri sudah mulai merancang Peraturan KPU (PKPU) tahapan pemilihan Pilkada Serentak 2020. KPU menyebut, sepanjang tidak ada perubahan, PKPU ini nantinya akan berdasarkan Undang-undang No 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 akan berlangsung selama satu tahun. Tahapan penyelenggaraan Pilkada akan dimulai pada bulan September 2019. “Tahapan itu kalau kita hitung satu tahun, itu September akan dimulai tahapannya. Kita sekarang juga akan merancang, nanti KPU provinsi dan kabupaten/kota yang pilkada, di bulan September 2019 itu sudah mulai action sudah mulai melaksanakan tahapan,” ujar Arief.

(dil)