Hiswana Migas Cianjur Kirim Air Bersih

RADARCIANJUR.com – Sejak diindikasikan adanya pencemaran sumur milik warga di Kampung Panyaweuyan RT 01 RW 01, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, yang diduga oleh minyak bensin milik salah satu SPBU, Hiswana migas Cianjur gerak cepat atasi keluhan warga tersebut dengan memberikan bantuan air bersih sebanyak 8000 liter selama dua hari berturut-turut.

Ketua Hiswana Migas Cianjur, H Aris Mulkan mengatakan, pihaknya berupaya mengatasi kebutuhan warga tersebut dengan memberikan air bersih sebanyak 8000. Terhitung dari Sabtu (15/6) dan Minggu (16/6) kemarin. Hal ini sementara dilakukan, karena untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak.

“Karena air bersih itu suatu kebutuhan yang sangat pokok bagi kehidupan warga, jadi kami berikan bantuan tersebut dalam upaya empati yang tengah terjadi selama ini,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (16/6) kemarin.

BACA JUGA : Siap-siap Kemarau Datang

Aris mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan pihak Hiswana tersebut bukan karena adanya dugaan pencemaran oleh SPBU yang telah terbukti, melainkan karena upaya untuk warga disaat kebutuhan itu sangat diperlukan.

“Kami hanya berupaya memberikan solusi kepada warga. Karena air yang diduga tercemar itu masih dalam proses uji laboratorium,” ujarnya.

Lebih lanjut H Aris mengatakan, kendati belum bisa dipastikan bantuan air bersih ini akan dilakukan setiap harinya, akan tetapi pihak Hiswanamigas, akan terus membantu penanganan air bersih ini ketika warga membutuhkan kembali.

“InsyaAllah kang, kami akan terus bantu selama proses yang dilakukan semua pihak ini telah menemukan hasil kesepakatan bersama,” kata Aris.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Panyaweuyan yang juga terdampak pencemaran air, Ludi Burdah Muslim mengatakan, warga sangat bersyukur sekali adanya bantuan sementara dari pihak Hiswana Cianjur. Walaupun baru kompensasi berupa air bersih, tetapi ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan warga selama air sumur yang tercemar itu belum pulih kembali.

“Alhamdulillah sekali kang, kami sangat berterima kasih adanya bantuan ini. Walaupun dari pihak SPBU itu belum ada, tetapi Hiswana cukup memperhatikan kami,” kata Ludi.

Selama proses pengecekan air sumur milik warga yang sedang diuji laboratorium, menurut Ludi, pihak warga pun masih menginginkan adanya penanganan secara lebih lanjut yang jelas. Pasalnya, kebutuhan air bersih ini pun bukan hanya beberapa saat, tetapi akan seterusnya.

BACA JUGA : Kemarau, Produksi Padi Terancam Berkurang

“Mudah-mudahan saja proses yang telah kami lakukan ini, bisa secepatnya ada penanganan yang lebih serius baik dari SPBU, dinas terkait, maupun unsur lainnya. Sehingga kebutuhan air warga ini, bisa teratasi dengan jelas,” tuturnya.

Ia menyebut, warga yang terdampak hingga saat ini bertambah kembali menjadi 43 sumur, setelah kurang lebih dua bulan adanya pencemaran air tersebut. Ia pun berharap, kejadian semacam ini tidak terus meluas hingga ke pemukiman lain.

“Semoga saja cepat teratasi, sehingga tidak terus meluas ke sumur warga yang lainnya,” pungkasnya.

(dan)