RT/RW Kini Bisa jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

RADARCIANJUR.com – Di Kabupaten Cianjur, kini bukan hanya para pekerja saja yang menjadi peserta Badan Penyelenggra Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, tapi juga Ketua-ketua RT/RW.

Hal itu sesuai dengan anjuran dan imbauan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, yang meminta agar seluruh pegawai kedinasan, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS, sampai aparatur desa dan kelurahan agar mendaftarkan diri menjai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Herman menyampaikan, kepesertaan BPJS Ketenagakergaan terbukti memiliki banyak manfaat. Selain untuk membantu meningkatkan kesejahteraan secara tidak langsung, juga sekaligus menjadi jaminan keamanan kerja dengan berbagai jaminan dan santunan yang ditawarkan.

“Kemarin ada salah satu aparatur desa yang meninggal karena sakit. Beliu itu padahal baru dua kali bayar iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan, tapi langsung mendapat santunan sampai Rp24 juta yang diberikan kepada ahli warisnya,” beber Herman usai menyerahkan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah Ketua-ketua RT dan RW di Pendok Cianjur, Minggu (16/6).

Karena itu, dirinya mendorong agar semua aparatur desa atau kelurahan sampai Ketua-ketua RT dan RW ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi RT/RW sendiri, lanjut Herman, tidak mendapat gaji sebagaimana seorang pegawai. Akan tetapi, mereka memiliki tanggungjawab kerja yang cukup besar di wilayahnya masing-masing.

Denga begitu, mereka juga memiliki risiko kerja yang benar-benar nyata. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenegakerjaan, sambungnya, maka ada jaminan kerja yang didapat Ketua-ketua RT/RW itu. Mulai dari jaminan kecelakaan kerja, biaya pengobatan, sampai santuan kematian.

“Makanya saya dorong para Kepala Perangkat Daerah ataupun Pimpinan semua mendaftarkan para pegawainya ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Karena memang manfaatnya nyata. Saya dan istri saja jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, kok,” ungkapnya.

Herman melanjutkan, Pemkab Cianjur sendiri mencanangkan Cianjur sebagai kabupaten BPJS Ketenagakerjaan. Yakni dengan angka keikutsertaan warga Cianjur mencapai 80 persen.

“Semoga Kabupaten Cianjur bisa menjadi kabupetan BPJS Ketenagakerjaan. Kami yakin dan optimis bisa. Targetnya bisa direalisasikan secepatnya. Lebih cepat lebih baik lagi kan,” tuturnya.

Herman menambahkan, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dirasa tidak akan terlalu memberatkan. Pasalnya, iuran yag wajib disetorkan per bulan hanya sebesar Rp8.200 saja.

“Kan tidak mahal kalau iuran per bulan segitu. Tapi manfaatnya sungguh luar biasa,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Cabang Pelayanan (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Cianjur Joko Sindoro mengatakan, dengan imbauan dan anjuran yang disampaikan Plt Bupati Cianjur agar anak buahnya menjadi peserta BPKS Ketenagakerjaan itu menjadi bukti keseriusan dan kepedulian terhadap aparatur desa dan kelurahan serta Ketua-ketua RT/RW di Kabupaten Cianjur.

“Jadi tidak pilih-pilih yang diperhatikan kesejahteraannya, tapi semuanya. Jadi mulai dari PNS, non-PNS, aparatur desa dan kelurahan, bahkan sampai Ketua-ketua RT-RW, serta masyarakat umum,” kata Joko.

Sampai saat ini, beber Joko, sudah lebih dari 70 persen pekerja di Kabupaten Cianjur sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kini, jumlah itu ditambah dengan seluruh aparatur desa dan kelurahan, pegawai no-PNS serta Ketua-ketua RT/RW.

Saat itu, lanjutnya, pihaknya tengah merampungkan pendataan dan pendaftaran aparatur desa/keluruhan hingga ketua RT/RW. “Targetnya ya secepatnya bisa kami tuntaskan bersamaan dengan hari jadi Kabupaten Cianjur pada 12 Juli mendatang,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, imbauan Plt Bupati Cianjur kepada seluruh anak buahnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk keadilan dan merupakan pengamalan dari sila kelima Pancasila.

“Jadi ini bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga dengan ini Kabupaten Cianjur bisa menjadi lebih maju dan berkembang,” tutup Joko.

Sementara, Ikhwanuddin, Ketua RW 04 Desa Gadod, Kecamatan Pacet mengaku bahagia akhirnya resmi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, keikutsertaan tersebut jelas sangat membantu pihaknya dalam melaksanakan kewajiban sebagai ketua RT/RW.

“Sangat membantu, karena kita kerja kan 24 jam. Jadi kami ini juga rentan sekali dengan risiko sakit dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dengan kepesertaan itu, ia pun mengaku lebih tenang dalam melaksanakan kewajiban sebagai ketua RW. Karena itu, ia pun sangat setuju semua ketua RT/RW se-Cianjur ikut ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Sangat mendukung sekali semua bisa jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Itu sebabnya kami sampaikan terimakasih kepada Pemkab Cianjur atas kepedulian kepada kami yang setiap hari berjibaku di tengah-tengah masyarakat,” tutup dia.

(tim)