Awas! Ada Kapolsek Gadungan Minta Rp25 Juta

Kapolsek Naringgul, Iptu Mardi Sumardi

RADARCIANJUR.com – Sejumlah kepala desa di Kecamatan Naringgul resah usai menerima telepon dari seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Kapolsek Naringgul Iptu Mardi Sumardi. Selain para kades, sejumlah BRI Link juga mengalami hal serupa.

Yang lebih mengejutkan, sosok tersebut memaksa para kades sejumlah uang dari Rp5 juta sampai dengan Rp25 juta dengan dalih sebagai uang koordinasi.

Kepala Desa Wangunsari, Sapaat Suwanda yang dikonfirmasi Radar Cianjur membenarkan dirinya pernah mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Kapolsek Naringgul yang baru dilantik itu.

Kejadian yang menimpa dirinya itu terjadi Kamis (13/6) pekan lalu sekitar pukul 13.00 WIB sepulang dari kantor desa. Saat sampai di rumah, ada yang menelepon ngaku kapolsek.

Awalnya, dirinya percaya bahwa sosok dalam sambungan telepon itu adalah Kapolsek Naringgul. Akan tetapi setelah ada permintaan uang, dirinya yakin bahwa itu adalah penipu.

“Awalnya saya percaya, namun setelah perkataannya kesana-kemari dan tidak masuk akal, saya semakin tidak percaya, dan alhamdulillah saya engak kena tipu,” tuturnya.

Atas kejadian itu, dirinya pun sudah melaporkan langsung ke Kapolsek Naringgul Iptu Mardi Sumardi. “Sudah say laporkan langsung ke Kapolsek Naringgul,” lanjutnya.

Sementara, Iptu Mardi Sumardi mengaku geram dengan aksi penipu yang mengatasnamakan dirinya. Pasalnya, selain mencemarkan nama baik dirinya, pelaku secara tidak langsung juga mencemarkan nama baik korp Bhayangkara.

“Selaku Kapolsek Naringgul yang baru menjabat, merasa dirugikan nama baik saya. Maka itu kami akan peroses dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Mardi juga mengaku heran dengan aksi pelaku tipu-tipu itu. Sebab, dirinya baru saja menjabat belum sampai sebulan. Sedangkan dirinya juga baru berkenalan dengan para kades dan belum mengetahui nomor kontrak pribadi setiap kades di Naringgul.

“Makanya saya heran mendengar dari keterangan beberapa kades yang meneror meminta sejumlah uang dengan alasan uang kordinasi,” terangnya.

Mardi juga menekankan, dalam setiap kegiatan kepolisian sebagai penegak hukum, semisal ada kegiatan sekalipun, pihaknya memastikan tidak akan meminta-minta kepada para kades atau masyarakat.

Lebih lanjut, Mardi mengimbau kepada para kades dan masyarakat Naringgul agar tak mudah terkena bujuk rayu seseorang melalui sambungan telepon yang mengaku-ngaku sebagai dirinya atau anggota Polsek Naringgul. Apalagi sampai meminta sejumlah uang yang tidak sedikit jumlahnya.

“Sebaiknya krocsek dan langsung datang saja ke kantor supaya lebih jelas. Jangan asal percaya, sebab banyak modus pelaku kejahatan dengan segala macam cara dilakukan untuk mendapatkan keuntungan,” imbaunya.

(jay)