Enam Tahun Satu Keluarga di Kadupandak Lumpuh

Satu keluarga di Kampung Sumedang, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, mengalami lumpuh sejak enam tahun terakhir.

RADARCIANJUR.com – Satu keluarga di Kampung Sumedang, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, ternyata sudah mengalami lumpuh sejak enam tahun terakhir. Seluruh anggota keluarga tersebut diketahui menderita penyakit Parkinson atau penyakit yang menyerang syaraf.

Keenam bersaudara yang mengalami lumpuh itu adalah Rupiah (64), Yayah (59), Patimah (57), Salamah (49), Saepudin (46), dan Omo (44) yang tinggal dalam satu rumah. Sehari-hari, mereka diurus oleh dua orang saudaranya yang sehat dan tak terjangkit Parkinson.

Lantaran tak bisa berbuat apa-apa, keenam saudara itu hanya terbaring di dalam rumah panggung yang terletak tak jauh dari area persawahan.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy mengatakan, pada tahun 2010 keluarga tersebut sempat diperiksa di RSUD Cianjur dan pernah juga dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin.

“Upaya puskesmas melakukan kunjungan rumah ada beberapa obat yang sedang dikonsumsi ada juga kartu sehat atas nama Salamah dan Rukiyah ada juga pemeriksaan oleh tenaga kesehatan,” katanya, Senin (17/6).

Berkenaan dengan perkembangan kondisi enam saudara itu, puskesmas setempat akan kembali merujuk ke rumah sakit. Dari laporan puskesmas ke Dinkes, keenam saudara itu ternyata juga menderita patah tulang.

“Kami akan memastikan apakah benar Parkinson yang menyerang syaraf, apakah ada penyakit lain yang menyerang syaraf,” katanya.

Menurutnya, penyakit tersebut lebih kepada motorik yang tak terkendali dan bisa berakibat kepada kelumpuhan. “Penyebab penyakit ada gangguan impul syaraf bisa karena degeneratif, namun penyebab utama sulit diketahui,” katanya.

Camat Kadupandak, Yuda Azwar menambahkan, enam orang kakak beradik tersebut sudah menderita Parkinson atau penyakit yang menyerang simpul saraf sejak 2010 lalu.

“Kabar sekeluarga menderita Parkinson sudah terjadi sejak 2010. Kami sudah melakukan langkah medis dengan puskesmas. Mereka sempat dirawat di RSUD Cianjur dan didiagnosa Parkinson,” kata Yuda.

Yuda mengatakan untuk penanganan keluarga tersebut pernah dirawat sebulan tahun 2010 lalu diberi bantuan Pemda dan DPRD. “Saat itu sudah memberi bantuan traktor yang disewakan, uang sewanya untuk menafkahi keluarga,” katanya.

Yuda mengatakan, awalnya kakak beradik keluarga tersebut berjumlah kembilan orang namun satu orang meninggal. “Dari delapan orang kakak beradik yang sehat dua tinggal tak serumah, yang serumah itu enam orang,” katanya.

Menurutnya, sudah lama Puskesmas secara rutin mengunjungi ke rumahnya dan sudah berjalan memberikan obat. “Suka tremor atau badan bergetar, namun selama obat masuk bisa ditekan,” katanya.

Ia menduga penyakit yang menyerang simpul syaraf itu terjadi karena faktor keturunan dan bukan kaki gajah.

(dil)