Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Orang Tewas, Begini Kronologisnya

BUS MAUT: Polisi tengah memeriksa onggokan bus maut yang seruduk dua kendaraan hingga tewaskan 12 orang di Tol Cipali.

RADARCIANJUR.com – Empat kendaraan terlibat kecelakaan di jalan Tol Cipali pada Senin (17/6) dini hari. Kejadian tersebut, tepatnya di Km 150.900 jalur B Cirebon arah Jakarta.
Akibat peristiwa itu sebanyak 12 orang tewas, empat orang luka berat, dan 43 orang alami luka yang saat ini masih dirawat di RS Mitra Plumbon.

“Jajaran Ditlantas Polda Jabar dan Sat Lantas Polres Majalengka kini masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan tersebut,” kata Dirlantas Polda Jabar, Kombes M Aris.
Menurutnya ada empat kendaraan yang terlibat dalam kejadian tersebut diantaranya Bus Safari Dharma Raya dengan nomor polisi H 1469 C B, kemudian Mitsubishi Expander, Toyota Innova nomor polisi B 168 DIl serta Mitsubishi Truk R 1436 ZA.

Adapun kronologis kejadian kecelakaan itu, kendaraan bus Safari Dharma Raya datang dari arah Jakarta menuju ke Cirebon (jalur A). Setibanya di lokasi kejadian kendaraan bus masuk median menyeberang ke jalur B, dan menabrak kendaraan lainnya.

Tetapi ada fakta menarik dari peristiwa tersebut, sebagaimana keterangan polisi. Faktor kecelakaan bukan dikarenakan sopir bus mengantuk, melainkan insiden penyerangan.
Namun polisi masih menyelidiki keterangan berdasarkan pengakuan seseorang bernama Anshor (29) itu. “Dia (sopir bus,red) enggak ngantuk, tapi hape direbut (oleh Anshor). Sehingga dia (sopir bus) kaget dan terjadi kecelakaan,” kata Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, Senin (17/6).

Anshor, si pria yang menyerang sopir bus Safari mengakui perbuatanya menyerang sopir lantaran mendengar percakapan telepon antara sopir dan kernet bahwa dia akan dibunuh.
Ketika mendengar percakapan itu, Anshor langsung berupaya merebut telepon genggam sopir bus sehingga terjadilah kecelakaan. “Ini sedang kita selidiki,” ucap Kapolres.
Sebelumnya didapati informasi kecelakaan dipicu kelalaian sopir bus yang diduga mengantuk. Anshor sendiri masih menjalani perawatan di RS Plumbon karena mengalami luka berat di sekujur tubuhnya.

“Menurut keterangan Anshor, bahwa sopir dan kernet itu hasil pembicaraan telepon akan membunuh dia, ‘saya mau dibunuh sama sopir sama keneknya. Tahu dari mana, dari pembicaraan telepon’,” kata Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan, Senin (17/6).

Polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap Anshor. Anshor juga telah menjalani tes urine. Meski begitu polisi akan terus mendalami pengakuan Anshor ini.

“Untuk itu, akan kita dalami apa yang menyebabkan dia tiba-tiba menyerang sopir, apakah betul masa sopir sama kernetnya tiba-tiba ingin membunuh penumpangnya berdasarkan hasil pembicaraan telepon,” ujar Rudy.

Karena serangan terhadap sopir itu, bus yang sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon tersebut kemudian berpindah ke jalur Cirebon-Jakarta. Tabrakan keras dengan dua mobil pun tak terhindarkan.

Anshor mengalami luka dan dirawat di RS Mitra Plumbon Cirebon. “Anshor terluka. Kita akan pindahkan Anshor ke ruang perawatan isolasi,” ucap Kapolda lagi.

Rudy mengatakan pihaknya bakal mendalami motif penyerangan yang dilakukan Anshor terhadap sopir bus. Menurut Rudy, Anshor merupakan seorang sekuriti yang bekerja di Gandaria Tower, Jakarta.

Rudy mengungkapkan kecelakaan beruntun tersebut diduga disebabkan adanya penyerangan dari salah seorang penumpang terhadap sopir bus Safari Lux.
“Kita sudah dapat keterangan dari saksi seorang ibu-ibu duduk di belakang sopir. Saat sopir sedang teleponan dan didampingi kondektur, ada seseorang menyerang mengambil alih kemudi,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo menambahkan, hampir keseluruhan korban dibawa ke RS Plumbon. “Korban luka berat dan ringan dibawa ke RS Plumbon, ” jelasnya.
Korban luka ringan, mengalami lecet di bagian kaki dan tangan. “Kebanyakan korban luka ringan luka di kaki dan tangan, lecet lecet,” jelasnya.

Untuk yang luka berat, Kabid menambahkan masih menunggu hasil observasi rumah sakit. “Kalau yang luka berat masih didata ya,” jelasnya.

(*/net)