Puluhan Anggota Kodim Cianjur Jalani Tes Urine

Satu persatu anggota TNI dipanggil untuk dilakukan tes urine.

RADARCIANJUR.com – Puluhan anggota TNI Kodim 0608 Cianjur, menjalani tes urine guna mencegah terhadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan anggota TNI. 70 orang anggota TNI yang menjalani tes urine adalah anggota yang bertugas di 18 koramil se-Kabupaten Cianjur.

Dandim 0608 Letkol (Inf) Rendra Dwi Ardhani melalui Pasi Intel, Kapten Sugianto mengatakan, program pencegahan narkoba di jajaran Kodim 0608 Cianjur dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

“Kami memberikan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba, kami ingin mencegah dan memerangi khususnya di jajaran Kodim 0608 Cianjur yang dapat merusak tatanan,” katanya.

Selain itu, kegiatan pencegahan itu juga dilakukan untuk memberikan kesadaran sekaligus mengukur sejauh mana prajurit TNI dalam soal kepatuhan apakah ada indikasi pemakaian narkoba atau tidak.

“Jika hasil lab positif akan ditindaklanjuti dari bagian Intel ada penyelidikan khusus. Apabila terbukti mengkonsumsi narkoba, dipastikan kena sanksi bisa sampai pemecatan atau penjara,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasi Pemberantasan BNN Cianjur, Kompol Giwangkara menambahkan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin BNNK Cianjur yang bekerjasama dengan Kodim 0608 Cianjur.

“Awalnya Kodim 0608 mengirim surat kepada kami, mengemai pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya pun mengapresiasi jajaran Kodim 0608 Cianjur yang mengikuti kegiatan sampai dengan bersedia menjalani tes urine.

Giwangkara membeberkan, narkoba jenis sabu menjadi yang paling banyak digunakan oleh pemakai narkoba di Cianjur. Hal tersebut berdasar data yang diterima BNN Kabupaten Cianjur yang telah dikoordinasikan dengan Satnarkoba Polres Cianjur.

“Data tersebut diambil hasil pengungkapan bahwa sabu menjadi barang bukti paling banyak ditemukan dari para tersangka yang telah ditangkap,” katanya.

Di posisi selanjutnya adalah ganja. Berdasarkan pengungkapan dari tahun 2018 sampai 2019, dari 32 kecamatan di Cianjur, hanya empat kecamatan yang belum tersentuh pengungkapan dan penangkapan narkoba.

“Cianjur jumlah terbanyak pertama sabu, kedua ganja. Hasil dari data cuma empat kecamatan yang belum terkontaminasi, yakni Mande, Leles, Cikadu, dan Agrabinta,” pungkasnya.

(dil)