Derita Enok Nurilah Melawan Kanker Payudara

Enok Nurilah Melawan Kanker Payudara

RADARCIANJUR.com – Sudah setahun terakhir Enok Nurilah (45) harus merasakan dan menahan sakit. Perempuan paruh baya itu harus berjuang melawan kanker payudara yang terys menggerogoti tubuhnya. Akibat kanker ganas itu, ia pun kini tak bisa beraktivitas seperti dulu, dan lebih banyak terbaring di rumahnya. Harapan dan keinginannya hanya satu, bisa sembuh dari kanker ganas itu dan bisa kembali beraktivitas seperti dulu kala lagi.

Laporan: Mamat Mulyadi, SUKALUYU

Sudah setahun lebih Enok Nurliah (45), warga asal Kampung Cibakung, RT 3 RW 9, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu hanya bisa berbaring lemah di atas kasur tipis di rumahnya. Ibu rumah tangga itu pun harus berjuang melawan kanker payudara yang diidapnya dan terus menggerogoti tubuhnya.

Gilang (25), salah seorang kerabat mengatakan, penyakit ganas yang diderita Enok itu awalnya hanya dari benjolan kecil. Namun, benjolan itu terus membesar dan membengkak.

Keluarga sendiri bukan berdiam diri. Tapi sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif. Maklum, suami Enok yang bekerja sebagai buruh tani tak memiliki penghasilan tetap. Sedangkan biaya berobat ke dokter jelas tak sedikit.

“Penghasilan Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per hari. Dua anak kami sudah berumahtangga dan satu anak kami masih SD dan masih membutuhkan biaya,” tutur suami Enok, Kosim (50).

Kosim mengungkap, sakit yang diderita istrinya itu didapat setelah Enok pulang dan tak lagi memutuskan menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Rumah yang ditempati kelurga itu juga merupakan hasil kerja keras Eok sebagai TKW.

“Sebelumnya istri saya pernah kerja jadi TKW. Rumah ini hasil kerja keras selama di luar negeri. Kalau kehidupan keluarga saya warga tak mampu,” ucap Kosim.

Salah seorang kerabat, Gilang mengakui, Enok memang tengah mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur. Namun, menilik pada kondisi kanker payudara yang dideritanya, operasi menjadi satu-satunya jalan yang bisa ditempuh.

“Dulu sempat mau dibawa oleh pak Kades dan pak Camat, tapi bu Enok menolak. Alasannya karena takut operasi,” ujarnya.

Kini, Enok pun sudah pasrah dan berharap ada dermawan yang mengulurkan tangan dan ikhlas menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu biaya operasi yang cukup mahal itu.

“Sekarang Enok sudah mau dan siap dioperasi. Keluarga mohon ada dermawan yang mau mengulurkan tangan,” ucapnya.

Gilang menambahkan, dari informasi yang didapatnya, rencanya pihak desa dan kecamatan siap memfasilitasi. Kabarnya, pemdes setempat juga akan menyambangi Enok dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait proses pengobatan Enok.

“Ya kalau mau ada (dermawan) bantu bersyukur, Alhamdullah. Itu diharapkan. Karena kan bapak (suami Enok) hanya buruh tani,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Selajambe, Agus Junaedi mengatakan, saat ini Enok sudah ditangani dirawat di RSUD Cianjur. Pemerintah Desa (Pemdes) bahkan sudah koordinasi dengan pihak kecamatan untuk membantu meringankan derita Enok.

“Sebetulnya dulu sudah, pak Camat dan kapolsek setempat mau bantu, hendak dirawat dibawa ke Bandung. Tapi ibunya (Enok) gak mau. Katanya takut dioperasi. Padahal itu termasuk tumor ganas,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Agus, pihak tetap akan mengupayakan untuk memberikan bantuan dan mencarikan solusi soal penyembuhan Enok.

“Karena bagimanapun juga memang perlu dibantu. Kami akan berusaha sesuai kemampuan,” tutupnya.(*)