Hai Mblo, Musim Nikah Sudah Tiba

ilustrasi nikah

RADARCIANJUR.com – Pasca Idul Fitri 1440 Hijriah, angka pernikahan mengalami lonjakan yang cukup signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya, masyarakat menganggap bulan Syawal menjadi bulan baik untuk melangsungkan pernikahan. Tak terkecuali di wilayah Kecamatan Cipanas.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cipanas, Dede Kurnia mengatakan, di bulan-bulan Islam seperti Rajab, Rabiul Awal, Syawal, dan bahkan Dzulhijjah kerap diikuti dengan peningkatan pendaftaran nikah yang cukup signifikan hingga 100 persen.

”Di (bulan) Dzulhijjah nanti memang biasanya akan meningkat dua kali lipat. Karena di bulan Islam itu para calon pengantin meyakini waktu yang sangat tepat untuk menikah,” kata Dede saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Ia menyebutkan, jumlah selama satu tahun pada 2018 saja di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cipanas mencapai 997 peristiwa nikah, dan termasuk kategori tipologi B. Sedangkan jumlah yang terdata awal tahun 2019 ini hingga Juni sekarang sudah mencapai 406. ”Jika nanti misalnya mencapai seribu lebih peristiwa nikah, itu masuk dalam kategori Tipologi A, minimal jumlahnya hingga 1020 peristiwa yang tercatat,” terangnya.

Menurut Dede, setiap tahunnya, angka pernikahan di masing-masing wilayah diprediksikan akan terus bertambah. Artinya jika peningkatan angka peristiwa nikah itu bertambah, akan berbanding lurus juga dengan usia pernikahan.

”Saya yakin jika tidak ada bencana besar, tiap-tiap daerah pasti akan ada peningkatan. Dan itupun dikembalikan kepada masyarakat. Karena hal tersebut harus adanya kesadaran hukum dari masyarakat tentang legatitas pernikahan,” tuturnya.

Menurutnya, pentingnya pernikahan tercatat dalam buku akta nikah atau oleh pemerintahan itu akan memudahkan warga tersebut dalam mengurus segala bentuk dokumen penting kepada yang bersangkutan. Akan tetapi, jika warga si calon pengantin itu belum sadar akan pentingnya legalitas nikah, maka akan sulit ke depannya.

”Akta nikah itu sangat penting, seperti nantinya untuk membuat Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran anak, pasport, dan tidak sedikit juga digunakan untuk syarat pinjam uang ke bank, serta urusan lainnya,” papar Dede.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum dilaksanakannya akad nikah secara resmi, bagi setiap calon pengantin, hampir di setiap masing-masing KUA, dilaksanakan terlebih dahulu bimbingan calon pengantin selama satu hari. Bimbingannya tersebut meliputi, pengenalan pendidikan pra nikah, serta pengenalan tentang ilmu fikih urusan pernikahan dan rumah tangga.

”Jadi memang program ini sangat dianjurkan sekali kepada calon pengantin. Khususnya di KUA Cipanas, itu rutin dilaksanakan, setiap Senin dan Kamis, jika calon pengantinnya ada,” ujarnya.

Selain itu, Dede menambahkan, KUA Cipanas juga akan menggelar manasik haji, bagi calon jemaah haji tahun ini sebanyak 87 orang. Yang akan dilaksanakan selama enam hari, dan diteruskan nantinya di Departemen Agama Cianjur selama satu hari.

”Tentang materinya sendiri untuk manasik itu meliputi, kebijakan pemerintah tenang manasik haji, kebijakan pelayanan kesehatan haji, hak jemaah haji, proses ibadah haji, pelaksanaan sholat arbain, bimbingan ibadah haji, dan praktek pelaksanaan ibadah haji,” terangnya.

Dede mengatakan, jika dalam suatu kegiatan di wilayah kecamatan, atau semacam rakor, pihak KUA sangat berharap dan mengimbau untuk menginformasikan juga mengenai pentingnya legalitas pernikahan. Hal ini, untuk kepentingan warga sendiri ketika nantinya membutuhkan persyaratan membuat dokumen.

”Nanti akan terasa, ketika pernikahan itu sakral dan tercatat di Kantor Urusan Agama. Jadi jangan sampai tidak nikah agama saja,” pungkasnya.

Sementara itu, angka peristiwa nikah pada tahun 2018 yang terdata di Departemen Agama Cianjur sebanyak 24.629 pasangan. Sedangkan untuk triwulan pertama tahun 2019 sendiri baru mencapai 5.529 perisitiwa nikah.

”Untuk dominasi peristiwa nikah sendiri meliputi dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Cibeber dan Cilaku,” terang Binmas Departemen Agama Cianjur, Gumilar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

(dan)