Eneng dan Rima TKW Cianjur Dijemput KBRI

MELAPOR: Keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) mendatangi DPC Astakira Pembaharuan Indonesia untuk meminta bantuan terhadap anaknya yang tak ada kabar. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Eneng Mirawati (40) tenaga kerja wanita (TKW) warga Kampung Pasir Bayur RT2/5, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, dikabarkan akan segera bisa kembali pulang dan berkumpul bersama keluarganya.

Ia rencananya akan dijemput perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi.

Kabar tersebut disampaikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Aliansi Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) Kabupaten Cianjur. Kemarin (Rabu 19/6), Eneng tengah dijemput tim dari KBRI dari rumah majikannya di kota Al-Khafzi yang berbatasan langsung dengan Kuwait.

”Hari ini (kemarin) rencananya akan dijemput KBRI. Semoga bisa berjalan lancar dan sesuai harapan,” ucap Ketua DPC Garda BMI Kabupaten Cianjur, Elan Sopandi.

Upaya penjemputan dan pemulangan Eneng Mirawati ini, buah kerjasama anatara Garda BMI di Indonesia dan Arab Saudi dibantu pemerintah Indonesia melalui KBRI setempat.
”Kami sangat mengapresiasi kinerja KBRI yang tidak berlama-lama. Setelah mendapat laporan, langsung menindaklanjutinya,” katanya.

Kontrak kerja Eneng Mirawati sejatinya sudah berakhir. Akan tetapi, majikan tempatnya bekerja diduga sengaja menahannya dengan berbagai alasan.

Berdasarkan informasi dari Eneng, majikannya kerap mengaku tak memiliki uang untuk pemulangan ke Indonesia. Akan tetapi, pada kenyataannya, majikannya malah membeli berbagai barang dan perabot rumah tangga dengan harga yang cukup mahal.

Masih menurut Eneng, ia diberangkatkan melalui PT Marsafal Intisari Amarba pada tahun 2011 tahun silam, dan bekerja di salah satu keluarga Ahmed Hodaijan al Harbi di daerah perbatasan antara Arab Saudi-Kuwait. Melalui sambungan telepon, salah seorang aktivis Garda BMI perwakilan di Arab Saudi, Ahyar membenarkan, Eneng Mirawati adalah TKW asal Cianjur.

Ahyar menjelaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan KBRI perwakilan Arab Saudi yang berjanji akan segera menjemput Eneng. ”Bahkan belum lama ini juga saya komunikasi terus dengan bersangkutan. Intinya yang bersangkutan ingin secepatnya dijemput agar bisa kembali pulang untuk berkumpul bersama keluarganya,” jelasnya.
Dalam komunikasi via sambungan telepon itu, Ahyar menyebut bahwa majikan Eneng selalu mengelak dan mengaku tidak mempunyai uang untuk memulangkan Eneng. Akan tetapi nyatanya, majikan Eneng malah membeli berbagai macam perabot yang harganya cukup mahal. ”Mohon kepada bapak-bapak yang terhormat bantu saya,” tutur Ahyar menirukan permintaan Enang.

Di hari yang sama, upaya pemulangan juga dilakukan terhadap Rima Setiawati (19) yang menjadi TKW di Malaysia. Warga Kampung Tugusari RT2/18, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur itu diduga menjadi korban perdagangan manusia (trafficking). Upaya pemulangan anak pertama pasangan suami-istri Ujang Saepudin (38) dan Aisah (35) untuk bisa kembali ke tanah air itu dilakukan DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur bersama Pemkab Cianjur.

”Setelah sebelumnya keberadaan Rima tidak ada kabar dan kejelasan, akhirnya kita mendapatkan titik terang serta sudah melakukan koordinasi dengan KBRI di Malaysia,” ujar Ketua Umum DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan.

Ali Hildan memastikan, Rima bakal bisa kembali berkumpul bersama keluarganya dalam waktu dekat ini.

”Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) akan pulang dan ini berkat kerjasama dengan KBRI di Malaysia. Seharusnya kita jemput, namun karena keterbasan dana jadi tidak bisa kita jemput,” paparnya.

Lanjutnya, selama ini pihaknya terus berupaya semampu yang bisa dilakukan meski terkendala dengan biaya untuk operasional yang dikeluarkan. ”Kita kan secara tidak langsung membantu Pemkab Cianjur, namun di balik itu kami pun kebingungan untuk biaya dalam menangani tapi tidak membuat kami untuk terus berupaya menangani kejahatan TPPO ini,” paparnya.

Dirinya berharap, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bisa lebih ketat dalam memberikan izin untuk memberangkatkan para pekerja yang akan keluar negeri.
(mat/kim)