Kebal Dibacok dan Ditusuk, Pemuda ini Tewas Setelah Jimat Dibuang Pelaku. Begini Kronologisnya!

RADARCIANJUR.com-Polres Cianjur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di perkebunan teh Tegalega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Rabu (19/6).

Pada rekontruksi ini total ada 30 adegan yang diperagakan oleh ketiga orang tersangka yakni AG (17), SA (20), dan FE (20), saat menghabisi korban Abdulah Sobarudin (20) secara sadis dengan golok, pisau, batu, dan keling.

Melalui reka adegan, terungkap bahwa tiga pelaku sempat mendatangi rumah korban dan mengajak main di warung kopi. Dalam percakapan di warung kopi tersebut para pelaku merencanakan mabuk bersama korban di perkebunan teh Tegalega.

Tiba di kebun teh, tiga tersangka dan korban yang mengendarai dua motor berpura-pura membuka kemasan untuk mabuk bersama, namun korban berdiri dan setengah menantang kepada para pelaku.

Seketika itu, satu pelaku langsung menghunuskan pisau ke arah perut korban, namun bukannya terluka malah pisaunya yang bengkok. Tak sampai di situ para pelaku juga menghantamkan golok ke tangan korban, namun dua kali hantaman korban belum terluka.

Lalu pelaku menggeledah saku dompet korban dan menemukan beberapa jimat. Kepada pelaku, korban memang sempat berujar ‘silakan bacok kalau memang mempan’.

Pelaku lalu membuang jimat dalam dompet korban dan kembali melukai korban. Beberapa saat kemudian pelaku kembali membacokkan golok ke arah lengan atas namun melenceng ke leher, hal itu dilakukan berkali-kali sampai korban mulai terluka. Lalu seorang pelaku mengambil batu besar dan menghantamkannya ke arah kepala korban, seketika korban yang sejak awal terdiam mulai berontak.

Hantaman batu besar dilanjut dengan dua hantaman batu lagi. Seketika itu korban mulai tak bergerak. Warga yang menyaksikan rekontruksi ini sempat menyoraki tiga pelaku pembunuhan sadis saat reka adegan pembunuhan.

Selain disaksikan oleh ratusan warga, reka adegan juga disaksikan oleh kerabat korban, Sudjana (35), yang hadir di lokasi kejadian bersama istri dan anaknya. Kerabat korban berharap pelaku dihukum sesuai perbuatannya dan tak ada lagi korban selanjutnya. “Saya kebetulan dekat sini dan akan ada rekan adegan, jadi saya kemari,” ujar Sudjana.

Ia mengatakan, korban pamit dari rumah di Kampung Ciengang, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi saat bulan puasa pada Sabtu (25/5) malam.
“Pamitnya kepada keluarga mau main pergi Sabtu, namun setelah itu tiga hari menghilang,” katanya.

Orangtua korban Esih (50) dan Obah (50), baru mengetahui anaknya empat hari kemudian setelah melihat di media sosial facebook. “Jadi keluarga baru mengetahui korban meninggal setelah empat hari melihat di Facebook,” kata Sudjana.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, yang hadir di reka adegan mengatakan, para pelaku terungkap setelah pelaku pertama AG tertangkap di Bogor. Dari penangkapan pertama dilakukan penangkapan terhadap dua pelaku lainnya. “Hari ini (kemarin, red) kami mengadakan rekonstruksi kasus eksekusi terhadap korban hasil rekonstruksi terungkap bahwa pelaku sudah merencanakan adanya pembunuhan terhadap korban,” ujar Soliyah.

Kapolres mengatakan, pembunuhan berencana ini dilakukan para pelaku karena kesal terhadap korban karena jika lewat knalpot motornya bising. “Ada barang bukti yang diamankan, golok, pisau, batu, dan keling, motor korban diambil, hp, dompet berisi Rp50 ribu juga diambil, alat untuk membunuh sudah disiapkan dari rumah,” ujar Soliyah.

Pembunuhan yang terjadi 26 Mei sekitar pukul 23.00 WIB itu melibatkan satu pelaku di bawah umur dan akan dikenakan undang-undang perlindungan anak.

Kuasa hukum para pelaku Uus Usmayanto SH dan H Iwan Tudi Hermawan, mengatakan pihaknya sebagai kuasa hukum yang ditunjuk oleh Polres akan memisahkan kasus hukum pelaku yang telah dewasa dan satu pelaku yang masih di bawah umur. “Kami akan melakukan pendampingan sesuai dengan apa yang telah diamanatkan undang-undang,” kata Uus.

(dil)