Pengakuan TKI Ilegal Asal Sukanegara, Proses Lebih Mudah, Berbekal Paspor Wisata

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia

RADARCIANJUR.com – Proses untuk menjadi Tenaga Kerja (TKI) melalui jalur ilegal jauh lebih mudah dibanding melalui jalur resmi yang melewati berbagai mekanisme dan proses panjang.

Oleh karena itu, lebih banyak calon TKI memilih jalur ilegal agar bisa meraup pudi-pundi penghasilan besar di luar negeri.

Hal lain yang membuat para calon TKI itu memilih jalur ilegal adalah, biaya murah dan bebas berbagai macam potongan administrasi berbelit serta pekerjaan yang dijamin didapat langsung.

Seperti pengakuan yang dituturkan Edi Hartono (32), mantan TKI ilegal asal Kecamatan Sukanegara, yang pernah merasakan menjadi TKI ilegal bersama istrinya, Nyinyi (34).

Di negeri Jiran itu, Edi dan Nyinyi bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit. Edi menceritakan, TKI ilegal di tempatnya bekerja bukan hanya ia dan dirinya saja. Tapi banyak yang lainnya.

Para pencari Ringgit itu hanya berbekal passpor wisata untuk mengelabui petugas imigrasi setempat. Perkebunan kelapa sawit sendiri menjadi salah satu sektor yang paling ’diminati’ TKI ilegal.

Bahkan, bukan saja dari Indonesia. Tapi juga dipadati pekerja ilegal dari sejumlah negera lain, seperti Filipina atau Vietnam dan Thailand.

”Semua teman (pekerja) yang berasal dari Indonesia hanya menggunakan paspor pelancong (wisata),” tuturnya.

Meski berangkat melalui jalur ilegal, Edi menyebut proses keberangkatan ke Malaysia pada 2014 lalu itu dinilai sangat mudah.

Untuk bisa sampai ke Malaysia, ia dibawa oleh kakaknya dengan melalui jalan darat di Kalimantan. Disana, ia mendapatkan paspor dari seorang oknum pemerintahan setempat yang memang bekerja mengurus TKI.

Bahkan, ia dan istrinya itu sama sekali tak harus menjalani pelatihan kerja, tes kesehatan atau berbagai macam tahap lainnya.

”Sekarang kakak saya masih beberja di Malaysia. Dari Kecamatan Sukanagara juga banyak yang bekerja (ilegal) di Malaysia dibawa oleh kakak saya,” jelasnya.

(dil)