PPDB 2019, Persaingan Ketat, Swasta Diuntungkan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 benar-benar membuat orangtua wali murid kewalahan. Sistem zonasi tahun ini pun dinilai justru menguntungkan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Ketatnya persaingan di negeri dan belum meratanya keberadaan sekolah negeri mampu dimanfaatkan MTs maupun sekolah swasta.

Pengamat Pendidikan Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Munawar mengatakan, PPDB sistem zonasi ini memiliki dua mata pisau baik plus dan minusnya.

Untuk plusnya tidak ada lagi sekolah favorit, sehingga siapapun dan dari kalangan manapun bisa memasukan anaknya ke sekolah yang memang tergolong terkenal serta sama rata.

“Plus atau positifnya tak ada pembedaan untuk masuk ke sekolah yang tergolong terkenal maupun favorit, semua sama rata dari kalangan bawah hingga atas bisa masuk,” paparnya.
Namun, di sisi lain terdapat sisi minus yang perlu menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam mengevaluasi PPDB dengan sistem zonasi. Banyaknya keluhan masyarakat menjadikan sistem yang sudah berjalan tiga tahun ini perlu masuk buku evaluasi dunia pendidikan.

Terlebih orang tua yang menginginkan anaknya masuk dalam sekolah favorit tidak bisa seperti sebelumnnya. Selain itu, sekolah swasta seperti terabaikan sehingga tidak menerima siswa dan bahkan sampai harus gulung tikar.

“Pemerintah pusat maupun daerah dalam hal ini yang memiliki kebijakan di dunia pendidikan harus bijak melakukan zonasi ini dan mempertimbangkan sistem ini untuk diterapkan di tahun berikutnya,” tegas Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsur Cianjur ini.

Lanjutnya, keluhan ini diperparah dengan tidak diperhatikannya oleh Dinas Pendidikan yang ada di pusat, daerah dan kabupaten.

Terlebih sampai orang tua harus berlomba-lomba untuk mendaftarkan anaknya di waktu dini hari, sehingga ini menjadi pemandangan yang tidak bagus untuk dunia pendidikan.

“Ini menjadi ketimpangan, terlebih bagi sekolah swasta yang tak mendapatkan jatah murid. Pemerintah harus sesegera mungkin mengevaluasi secara matang di tahun ke tiga ini, tapi fakta lapangan malah amburadul,” tutupnya.

Namun, sekolah swasta seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SMP swasta lainnya masih bisa merasakan keuntungan. Sekolah swasta bisa tumbuh dan berkembang sehingga nantinya bisa sejajar dengan sekolah-sekolah favorit dengan prestasi serta akreditasi yang dimiliki.

“Dari segi prestasi, tentu akan mendorong sekolah swasta menjadi sejajar dengan sekolah favorit dari siswa berpresatasi dengan lokasi zonasi dalam lingkup sekolah swasta dan menjadi keuntungan tersendiri,” tutupnya.

Selain itu, PPDB dengan sistem zonasi memberikan dampak positif juga bagi sekolah-sekolah yang sebelumnya sama sekali tidak menjadi pilihan. Akan tetapi sekolah-sekolah tesebut memiliki kualitas tak jauh beda dengan sekolah favorit.

Sementara itu, Dina Rohmawati (40) yang kini akan mendaftarkan anaknya ke tingkat Sekolah Menengah Pertama tak memiliki kesulitan. Pasalnya, pendaftaran dilakukan dengan cara online. Selain itu, dirinya merasa sangat beruntung, sehingga anaknya tak harus menempuh perjalanan jauh untuk menuntut ilmu.

“Tentu sistem pendaftaran saat ini memberikan sisi positif untuk orang tua maupun anak, karena kita bisa memantau aktifitas anak serta jarak untuk bersekolah pun tidak jauh,” ujar warga Pesona Indah Cianjur ini.

Selain itu, ada yang perlu dibenahi dalam PPDB dengan sistem online. Karena tidak semua orang tua siswa bisa menggunakan internet, terlebih usianya yang diatas 45 tahun. “Perlu ada sosialisasi menyeluruh terlebih untuk pendaftaran secara onlinenya, sehingga jangan sampai menjadikan hambatan untuk menuntut ilmu,” terangnya.

Lanjutnya, PPDB dengan sistem zonasi pun turut membantu sekolah-sekolah yang memang kalah dengan sekolah favorit. Padahal sekolah-sekolah lain pun memiliki kualitas yang tak kalah dengan sekolah favorit.

Nantinya, ada kesejajaran kualitas dan prestasi dengan sekolah favorit. Sama halnya dengan Ahmad Fikri, Risa (35) orang tua siswa yang beralamat di Jalan Aria Cikondang Gang Banjar, Kecamatan Cianjur pun sama halnya akan mendaftarkan anaknya yang kini menginjak ke jenjang SMP.

“Sistem PPDB zonasi memang sedikit kurang mengerti daftar onlinennya, tapi alhamdulillah sih tak ada kendala,” jelasnya.

(kim)