Dinilai Ada Kecurangan, Tahun Ini Cianjur Gagal Raih Prestasi Opini WTP

RADARCIANJUR.com – Tahun ini, Kabupaten Cianjur harus berlapang dada. Prestasi opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tak bisa diraih.

Cianjur gagal mendapatkan prestasi beruntun selama empat tahun berturut-turut ini karena dinilai melakukan kecurangan.

Ketua Tim Kehumasan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Jawa Barat, Hary Sutrasno mengatakan, ada tiga daerah di Jawa Barat yang gagal meraih WTP.

Ketiga daerah itu adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung Barat.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan mengingatkan pemerintah daerah untuk lebih serius menindaklanjuti semua rekomendasi BPK agar mendapatkan WTP.

”Pemda harus benar-benar menindaklanjuti semua rekomendasi BPK agar mendapatkan WTP. Seperti Cianjur, tidak dapat diberikan WTP karena ada fraud (kecurangan),” ujarnya, Jumat (21/6).

Menanggapi hal itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan, opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2018 bukan menjadi hal yang menggembirakan.

Namun, kurang berhasilnya Cianjur kali ini menjadi motivasi agar bisa lebih baik lagi. ”Kekurangan-kekurangan yang ada kita perbaiki, mulai dari program, teknis, pelaksanaan, akuntansi. Pokoknya, kita perbaiki semuanya,” tutur Herman, kemarin.

Untuk itu, opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang diraih Kabupaten Cianjur kali ini diakui Herman tidak terlepas dari peristiwa OTT di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur.

”Ada imbas dari sana. Hasil pemeriksaan memang kurang bagus, ujarnya. Herman menegaskan, bertekad untuk bisa kembali mendapatkan opini WTP di tahun berikutnya. Salah satu langkahnya adalah membersihkan pemerintahannya dari praktik-praktik pungutan liar. Harus diberantas, tidak ada ruang bagi pungli. Saya akan lebih optimalkan di pengawasan, tekad Herman.

(*/yaz)