Melihat Potensi Obyek Wisata di Leles, Punya Tujuh Air Terjun Air Panas

POTENSIAL: Salah satu air terjun air panas dari tujuh air terjun serupa yang ada di Desa Sukasirna, Kecamatan Leles. Sayangnya, lokasi tersebut tak banyak diketahui wisatawan dan dikelola seadanya.

RADARCIANJUR.com – Obyek wisata air terjun selalu menyuguhkan susana alami dan pemandangan alam yang menyegarkan mata. Tak heran, banyak wisatawan yang sengaja memburu obyek-obyek wisata air terjun.

Namun, wisata air terjun yang dimiliki Kecamatan Leles, Cianjur selatan ini tak hanya menawarkan ’paket’ biasa. Pasalnya, selain pemandangan menakjubkan, air yang jatuh itu merupakan air panas.

Laporan: Jajang A Sugiarto, LELES

Pantuan Radar Cianjur di Kecamatan Leles, setidaknya ada tujuh lokasi sumber mata air panas dengan debit air cukup deras dan tidak pernah berkurang airnya.

Diantaranya Cibuluh, Cicalobak, Cibalanong, Curugciung, Curug Dogdog, Curug Pangimpunan dan yang terakhir Curug Dengdeng lengkap dengan mitos dan legenda masing-masing.

Untuk bisa mencapai lokasi air terjun air panas ini bisa ditempuh melalui jalan utama dan hanya berjarak sekitar dua kilometer saja dari pusat kecamatan.

Ilham Hendrayana (35), salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Leles, banyaknya lokasi sumber mata air terjun di Kecamatan Leles yang bisa dijadikan destinasi wisata tapi satupun belum ada yang tersentuh oleh pemerintah.

”Padahal kalau saja dikelola oleh pemerintah akan menambah pemasukan kas daerah,” katanya.

Selain itu, pengelolaan yang baik, diyakininya bakal bisa juga memberikan pemasukan bagi desa sekaligus meningkatkan perekonomian warga setemat jika dijadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seperti desadesa yang ada di luar Kecamatan Leles.

”Pihak desa sendiri baru mau memasukan anggaran ke BUMDes katanya tahun ini. Selama ini dikelola swadaya oleh warga atas bimbingan Kompepar. Harapannya, supaya tempat seperti air terjun yang ada di Kecamatan Leles ini bisa menjadi lokasi tujuan wiasata lokal dan nasional. Jujur saja selama ini semua terganjal oleh biaya,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan Acep Romli (43) salah seorang pengurus Kompepar Wisata Desa Sukasirna. ”Dengan mengunakan modal seadanya kita bersama temanteman lainnya berjuang dari nol. Dengan cara membuat saung-saung dan tempat lainnya supaya pengunjung betah ketika berkunjung ke air terjun air panas ini. Sedankan lokasi air terjun lainnya letakknya juga cukup berdekatan dengan air terjun utama,” jelasnya.

Pihaknya berharap, kepedulian untuk mengembangkan dan memajukan air terjun tersebut bisa dilakukan sesegera mungkin.

”Mudah-mudahan pemdes tertarik untuk mengembangkan, dan menjadikannya BUMDes yang nantinya akan mensejahterakan warga masyarakat yang dekat dengan lokasi wisata ini,” Pungkasnya.

(**)