Soal Penggelapan Tabungan oleh Kepala SDN Cibalagung, Inspektorat Tak Terima Laporan Disdikbud

MENUNTUT: Sejumlah orang tua siswa melakukan aksi demo kepada Kepala SDN Cibalagung, Made, Senin (17/6).

RADARCIANJUR.com – Perkara dugaan penipuan dan penggelapan uang tabungan siswa yang melibatkan Kepala SDN Cibalagung, hingga saat ini belum ada kabar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin menegaskan, pihaknya sudah menindak yang bersangkutan dengan melakukan koordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Cianjur.

Akan tetapi, setelah dikonfirmasi Radar Cianjur, pihak Inspektorat Kabupaten Cianjur malah mengaku belum mendapatkan ataupun menerima surat laporan dari Disdikbud Kabupaten Cianjur terkait permasalahan tersebut.

Bahkan, pihaknya juga mengaku baru mengetahui adanya kasus dimaksud di SDN Cibalagung tersebut. ”Belum ada laporan ke kita (Inspektorat Kabupaten Cianjur, red),” ujar Sekjen Inspektorat Kabupaten Cianjur, Asep Suhara kepada Radar Cianjur.

Lanjutnya, kemungkinan bisa saja surat tersebut sudah dibuat Disdikbud akan tetapi belum disampaikan ke Inspektorat Kabupaten Cianjur. Kendati demikian, Inspektorat berjanji pihaknya akan segera melakukan pemanggilan dan tindakan jika memang surat dari Disdikbud Kabupaten Cianjur sudah diterima.

”Kalau belum ada surat, kita kan belum bisa menindak yang bersangkutan. Yang jelas nanti kita informasikan kembali jika sudah ada surat dari Disdikbud, kan bisa saja suratnya sudah ditandatangani oleh Kadisdikbud tapi masih nyangkut di staf,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kadisdikbud Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin menjelaskan, pihaknya baru akan melayangkan surat tersebut pada hari Senin (hari ini, red).

Alasannya, beberapa waktu sebelumnya, dirinya dalam keadaan kurang sehat. ”jadi surat tersebut tertunda,” tuturnya melalui sambungan telepon, kemarin.

Sebaliknya, Oting mengungkap bahwa permasalahan bukan saja ada di SDN Cibalagung saja, melainkan di sejumlah sekolah lainnya yang juga akan dibuatkan surat untuk dilayankan ke Inspektorat Kabupaten Cianjur.

Sayangnya, Oting tak menjelaskan secara rinci permasalahan di sekolah lain yang ia utarakan itu. ”Beberapa waktu kemarin saya kurang sehat, jadi ada penundaan. InsyaAllah Senin (hari ini, red) akan kita layangkan, beserta sekolah lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Oting menyampaikan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat sekolah-sekolah yang bermasalah. Hal tersebut dilakukan untuk membersihkan segala permasalahan yang ada di dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur.

”Kita ketahui kan sebelumnya dunia pendidikan Cianjur memiliki rapor merah, sehingga kalau ada hal yang berkaitan dengan pendidikan tidak apaapa jika harus diliput oleh rekanrekan media. Biar kita (Disdikbud, red) yang menindaklanjuti agar kedepannya lebih baik,” tutupnya.

Sebelumnya, puluhan orang tua murid mendatangi SDN Cibalagung, Senin (17/6) pekan lalu. Mereka mengaku kesal dengan tabungan siswa kelas enam yang belum dibagikan hingga saat ini. Kepala SDN Cibalagung, Masruh, hingga saat ini tidak terlihat batang hidungnya.

Padahal sebelumnya menjanjikan akan membagikannya di bulan puasa kemarin, tapi hingga saat ini tidak ada kabar sama sekali. Heni (52), salah satu orang tua murid kelas enam menuturkan, Masruh tak ada itikad baik untuk kejelasan tabungan siswa. Karena itu dirinya bersama orang tua murid lainnya meminta kejelasan atas tabungan anak-anak mereka.
”Waktu bulan puasa bilangnya akan dibagikan sebelum lebaran, tentu kita sebagai orang tua mendengar kabar baik tersebut sangat mengharapkan meskipun jumlahnya tidak banyak tapi cukup untuk membantu kami. Tapi hingga saat ini tidak ada kabar dari pak kepsek,” ujarnya.

Lanjutnya, dirinya pun mencoba menghubungi kepala sekolah namun tidak merespon untuk mengangkat telepon. ”Ini kan sebetulnya bisa turut membantu orang tua juga uangnya, pas bertepatan dengan tahun ajaran baru. Jadi kalau ada kejelasan dari kepala sekolah kita pun enak, tidak akan seperti ini,” tegasnya.

Bahkan sejumlah guru mencoba untuk mendatangi kediaman kepala sekolah, akan tetapi pihak keluarga menyebutkan yang bersangkutan tidak ada di rumah dan sedang ada di Sukabumi. Untuk jumlah keseluruhan tabungan yang ada di kepala sekolah, kurang lebih mencapai Rp42 juta.

Bahkan, untuk perayaan perpisahan sekolah pun urung diadakan. Sementara itu, salah satu guru SDN Cibalagung, Agus Subandi menyebutkan bahwa memang kepala sekolah sedang berada di Sukabumi.

”Informasi yang saya dapat bahwa kepala sekolah sedang berada di Sukabumi, katanya sedang mencairkan keuangan yang sebelumnya belum keluar, kita juga sudah datang kesana (kediaman, red) tapi pak kepala sekolah tidak di tempat,” paparnya.

Kejadian ini baru kali terjadi di sekolahnya, berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya. Hingga beberapa orang tua murid menuntut untuk digantinya kepala sekolah dan berharap tabungan siswa bisa segera dibagikan. Karena itu bertujuan untuk keperluan pada ajaran baru tahun ini yang memerlukan biaya tak sedikit.

(kim)