Kebakaran Hebat, Segera Kaji Ulang Izin Toko Kembang Api

Ruko penjual kembang api di Pasar Baru, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur terbakar hebat, Selasa (25/6).

RADARCIANJUR.com – Dari enam titik kebakaran yang terjadi Selasa (25/6), ada satu titik yang sulit untuk ‘dijinakan’. Si jago merah yang membakar ruko berisi kembang api di Kelurahan Muka tak mudah untuk dipadamkan.

Damkar Cianjur meminta pihak kepolisian untuk melakukan kajian ulang terkait izin ruko yang menewaskan satu orang itu.

Hingga tadi malam pukul 21:00 WIB, api masih belum bisa dipadamkan. Meski sempat dijinakan pada pagi hari, namun api kembali berkobar pada petang kemarin.

BACA JUGA : Toko Kembang Api di Cianjur Terbakar Hebat, Satu Orang Tewas

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Cianjur, Arief Rachman mengatakan, hingga tadi malam api kembali berkobar karena puing-puing serta serpihan dari racikan petasan masih menimbulkan titik sumber api.

Selain itu, faktor musim kemarau juga menjadi salah satu penyebab kebakaran yang diduga berawal dari petasan yang terkena dampak panas cuaca.

Tak hanya itu, Pemadam Kebarakan (Damkar) Kabupaten Cianjur menduga adanya korsleting listrik yang menjadi awal terjadinya kebakaran.

“Cuaca yang panas saat ini dugaan kami menjadi faktor penyebabnya, karena di sini kan banyak bahan racikan petasan, jadi mungkin terkena panas akhirnya terbakar,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

BACA JUGA: Video Detik-detik Toko Kembang Api di Cianjur Terbakar Hebat

Ia menambahkan, pihaknya pun terus berupaya untuk memadamkan api yang masih berkobar di tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya pun meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan kajian ulang mengenai izin terkait usaha kembang api atau petasan ini.

Sehingga kejadian kebakaran bisa diminimalisir. “Harus ada kajian ulang dari pihak kepolisian untuk usaha seperti ini (petasan, red) karena kita lihat dampak yang terjadi saat ini (tadi malam, red) api masih menyala dan tentu jadi perhatian kita semua,” papar pria yang biasa disapa Om Atep ini.

(kim)