Panjang Antrean Calhaj Cianjur Sampai 13 Tahun

Calon jemaah haji melakukan latihan manasik

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 1.394 jemaah calon haji (calhaj) Cianjur tengah dalam persiapan untuk keberangkatan yang dibagi ke dalam empat kloter dan empat gelombang. Rencananya, gelombang pemberangkatan calhaj Cianjur dimulai pada 6 Juli 2019 mendatang.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Cianjur, Tavip Supriyadi mengatakan, salah satu persiapan yang dilakukan oleh calhaj ini adalah latihan manasik dan lempar jumroh. “Untuk kegiatan ini, kita undang seluruh calon jemaah haji yang jumlahnya 1.394 orang,” katanya, ditemui di kantornya, Rabu (26/6).

Tavip menjelaskan, dari total 1.394 calhaj, yang siap diberangkatkan hanya berjumlah 1.358 orang saja. Berkurangnya jumlah calhaj itu lantaran ada sejumlah calhaj yang melakukan mutasi atau keluar provinsi atau keluar kabupaten.

Akan tetapi, angka itu juga mendapat penambahan dari mutasi masuk. “Yang mutasi masuk juga banyak. Tapi yang lebih banyak mutasi yang keluar,” ujarnya.

Tavip menjelaskan, para calhaj asal Cianur nantinya akan didampingi sejumlah petugas pendamping yang juga ikut berangkat untuk memperhatikan kondisi dan kesehatan para, pembinaan dan pelayanan jemaah.

“Jumlah petugas Cianjur sendiri ada enam TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia) dari Kemenag. Kalau dari Kementerian Kesehatan, ada tim kesehatan Haji Indonesia, dan dua perawat,” jelasnya.

Tavip memgatakan setiap kloter calhaj nantinya berjumlah 404 orang ditambah enam orang petugas. “Jadi dari setiap kloter ada 410 orang yang diberangkatkan,” lanjutnya.

Sementara, Tavip menambahkan, berdasarkan catatan, jumlah calhaj yang saat ini sudah terdaftar dalam daftar tunggu atau antrean mencapai 16 ribu orang. Hal itu diakibatkan meningkatnya jumlah pendaftar yang naik tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Kuota pemberangkatan calhaj untuk Cianjur tahun ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 1.382 orang,” bebernya.

Dengan hitungan antrean 16 ribu orang itu, maka panjang antrean diperkirakan sampai 13 tahun. “Kalau mendaftar sekarang, artinya calhaj baru bisa berangkat ke Tanah Suci 13 tahun kemudian,” terangnya.

Diperkirakan, dengan terus bertambahnya jumlah pendaftar, panjang antrean akan terus pula meningkat tiap tahunnya. “Kemungkinan bisa bertambah sampai tiga tahun antreannya,” kata dia.

Kendati demikian, lanjut Tavip, daftar tunggu dan atrean calhaj Cianjur masih lebih pendek jika dibanding sejumlah daerah lain, seperti Bandung yang mencapai 18 tahun atau Bekasi yang mencapai 20 tahun.

Untuk mengatasi antrean panjang tersebut, pihaknya kini memprioritaskan calhaj yang berusia lanjut. Itupun dengan catatan bahwa calhaj dimaksud sudah tiga tahun menunggu sejak mendaftarkan diri sebagai calhaj.

“Baru sebatas diusulkan jadi prioritas. Tapi masalah disetujui atau tidak itu bukan wewenang kami, tapi ada di pusat yang menentukan,” tutupnya.

(dil/tim)