Yayasan Pekka Cetak Perempuan Pemimpin Berdaulat

SIMBOLIS: Pemberian piagam serta sertifikat kepada wisudawati akademia paradigta. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Yayasan Perberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) mewisuda lebih dari 50 wisudawati, Kamis (27/6). Diharapkan, para wisudawan itu bisa ikut meningkatkan pemberdayaan perempuan, baik yang di tingkat desa sampai tingkat nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Pekka bekerjasama dengan beberapa desa yang ada di Kecamatan Cipanas. Diantaranya Desa Sindanglaya, Cipanas, Sindangjaya, dan Batulawang.

Sekertaris Yayasan Pekka Kabupaten Cianjur, Kodar Tri Wusananingsih menuturkan, Pekka merupakan lembaga yang mengorganisir dan memfasilitasi perempuan agar mampu meningkatkan kesejahteraan, memiliki akses terhadap berbagai sumber daya.

Selain itu juga mampu berpartisipasi aktif pada setiap siklus pembangunan di wilayahnya, memiliki kesadaran kritis akan haknya sebagai manusia dan warga negara, serta mempunyai kontrol terhadap diri dan proses pengambilan keputusan baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat.

“Kita sama-sama berinisiatif mengembangkan pendidikan berstruktur untuk para kader perempuan desa, sehingga nantinya bisa mewujudkan desa yang berdaulat,” paparnya.

Melalui akademi Paradigta ini, Kodar mengatakan, akan terus membantu para perempuan yang ingin konsen dan memajukan kesejahteraan di desa, sehingga para kader tersebut menjadi perempuan yang patut diterima oleh lembaga pemerintah.

“Jadi ketika perempuan aktif di suatu instansi, mereka sudah mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya sendiri,” ujarnya.

Kodar menuturkan, dari perkembangannya selama ini, seluruh wisudawati di forum akdemi Paradigta ini hampir 80 persen telah aktif dalam pemerintahan desa. Menurutnya, ketika para kader pengurus desa sudah terlibat, maka pemerintah desa di wilayahnya tersebut bisa merasakan hal yang diberikan oleh para kader Paradigta, sehingga terasa adanya perubahan yang lebih baik.

“Akan sangat berbeda ketika perempuan itu menjadi pelayan masyarakat, mereka akan lebih tahu dan merasakan bahwa para kader Paradigta ini bisa berkembang,” jelasnya.

Kodar menambahkan, untuk mengorganisir perempuan dan menjadi kader di akademi Paradigta ini tidak mudah. Masih terus dilakukan kegiatan sosialisasi, belajar tentang materi kepemimpinan, hingga beberapa masalah yang sering terjadi dalam suatu lingkungan masyarakat.

Ia mengatakan, untuk di Jawa Barat sendiri, akademia paradigta ini baru ada empat kota dan kabupaten. Yakni, Karawang, Subang, Sukabumi, dan Cianjur.

“Tahun 2016 saja, di Cianjur sendiri baru mencapai 50 akademia, tetapi untuk di Jawa barat, bisa mencapai ribuan orang. Dan anggota kami ini sudah tersebar di seluruh Indonesia,” terangnya.

Beberapa provinsi yang telah tersebar di Indonesia diantaranya provinsi Jawa barat, Aceh, Kalimantan barat, Jawa tengah, Sulteng, NNT, NTB, DKI Jakarta, Riau dan Maluku.

“Sudah sekitar lima ribu lebih kader paradigta ini telah terorganisir, dan mereka aktif seluruhnya di lingkungan pemerintahan,” tukasnya.

(dan)