Pasca Keputusan MK, MUI Cianjur Minta Jangan Ada 01 dan 02

Pilpres 2019

RADARCIANJUR.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, mengajak umat khususnya yang ada di Cianjur untuk bersatu membangun Cianjur ke depan dan menghormati hasil keputusan Mahkamah Konstitusi.

“Kepada semua pihak, setelah berikhtiar ingin mendapat yang terbaik melalui sidang MK, kini saatnya semuanya bertawakal kepada Allah SWT. Keputusan yang sudah final semoga ini menjadi keputusan yang terbaik dari Allah SWT,” Wakil Ketua Umum MUI Cianjur Ahmad Yani, Jumat (28/6).

Ia mengatakan baik pendukung pasangan Jokowi-Maruf maupun pendukung Prabowo-Sandiaga Uno juga harus sama-sama bersabar dan bersyukur. Selain itu, juga diminta agar tak mudah terprovokasi atau melakukan tindakan kekerasan serta tindak pidana lainnya.

“Semua harus berprasangka baik. Kepada yang merasa yang dimenangkan, harus bersyukur dan bersabar, begitupula sebaliknya. Kedua belah pihak harus bersyukur dan bersabar,” tekan dia.

Menurutnya, putusan MK tersebut sejatinya menjadi ujian bagi kedua belah pihak dari Allah SWT. Yang menang, dituntut untuk merealisasikan janji-janjinya, sedangkan yang kalah harus ikhlas dan menerimanya.

“Saatnya kini berdoa demi yang terbaik untuk bangsa ini. Manusia hanya berprasangka dan menduga berdasar nalar masing masing. Yang maha mengetahui itu Allah SWT,” ingat Ahmad Yani.

Sebagai muslim yang baik, sambungnya, setelah berikhtiar dan berusaha semaksimal mungkin, maka saatnya menyerahkan sepenuhnya ketetapan kepada Allah SWT. “Saatnya kini bersatu padu membuat Cianjur kondusif dan baik. Mengajak semua masyarakat, khususnya Cianjur, lebih luas Indonesia, agar memperbanyak doa Allah SWT bagi semua, bukan bagi kelompok-kelompok lagi,” tegas dia lagi.

Ia mengatakan, dua hari ke belakang sudah diadakan dari pertemuan di Bandung yang diikuti oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Paguyuban Pasundan.

“Kemarin kami sudah kumpul di Jabar bicara kebangsaan dan kerukunan umat agar Jabar tetap kondusif dan umat bisa menjalankan ibadah dan hidup dengan tenang,” pungkasnya.(dil)