Sampah di Cipanas Bikin Ruwet

MENGGANGGU: Petugas kebersihan tengah mengangkut sampah dari tempat penampungan sementara.

RADARCIANJUR.com – Wilayah Cipanas merupakan salah satu daerah yang menjadi potensi bagi beberapa wisatawan yang akan berkunjung ke Cianjur. Baik hotel, tempat wisata atupun agrowisata di Cipanas bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong domestik maupun mancanegara seperti Timur Tengah untuk datang ke wilayah yang memiliki cuaca sejuk tersebut.

Meski luasnya tidak begitu besar, tetapi penghuni dan para wisatawan pun cukup banyak. Saking banyaknya penduduk yang mencapai lebih dari 100 ribu penduduk tersebut, salah satu persoalan tentang sampah pun tidak bisa dielakkan. Namun hal tersebut semestinya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah setempat, tetapi seluruh lapisan masyarakat yang di Cipanas harus lebih peduli.

Ketua Wahana Penggiat Lingkungan Hidup Indonesia (WPLHI) Kabupaten Cianjur, Hendy Zaeni, menilai kepedulian terhadap sampah domistik atau sampah rumah tangga semakin hari semakin menurun. Menurutnya, sampah bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita semua.

Ia memaparkan, dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 dan Peraturan pemerintah Nomor 81 tahun 2012, dijelaskan dengan tegas bahwa produsen harus bertanggung jawab atas kemasannya.

“Berarti semua produk yang menghasilkan sampah harus bertanggung jawab dengan sampahnya. Bisa dengan ditarik lagi oleh produsen tersebut untuk didaur ulang, atau mengganti kemasannya dengan kemasan yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, Hendy mengatakan pemerintah harus tegas terhadap perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan. Bahkan bila perlu izinnya ditutup.

“Begitu juga masyarakat harus sadar lingkungan tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Dampak menumpuknya sampah, lanjut Hendy, selain bau tentu mengakibatkan pencemaran tanah. Jika dibakar akan berdampak pada pencemaran udara.

“Selain itu menimbulkan berbagai macam penyakit salah satunya ISPA dan penyakit kulit,” ujarnya.

Pengelolaan sampah menurutnya, bisa dilakukan oleh bank sampah yang bekerja sama dengan desa atau BUMDes. “Lebih tepatnya dikelola oleh Bank sampah karna skil untuk mengelola sampah, sudah paham tentunya harus didukung anggaran. Makanya harus bekerja sama dengan desa atau BUMDes,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator K3 Kecamatan Cipanas, Dede Ichsan mengatakan, sejauh ini dalam penanganan sampah khususnya sampah rumah tangga, masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR ) besar bagi timnya. Kendati demikian, dari rumah singgah sampah yang telah beberapa tahun ini menjadi pengelola sampah di Cipanas juga belum bisa bekerja secara maksimal.

“Maklum saja kang, kami di rumah singgah sampah masih belum memiliki alat operasional yang memadai. Karena tim kami pun masih bekerja secara swadaya,” kata Dede.

Menurutnya, sarana angkut sampah serta anggaran yang dimiliki rumah singgah memang masih minim. Artinya, sebagai koordinator K3 di Cipanas, Dede mesti banyak putar otak. Sehingga keberadaan timnya tersebut tetap bisa menjadikan salah satu pengendali sampah bagi masyarakat Cipanas.

“Walaupun dengan keterbatasan ini, kami akan terus menangani masalah sampah ini,” ujarnya.

Ia berharap, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kecamatan hingga ke tingkat desa, serta dinas terkait, dan juga masyarakat wajib berperan aktif untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat, hal ini ntuk kelangsungan bersama.

“Mudah-mudahan Cipanas ini semakin bisa kondusif khususnya dalam penanganan sampah. Sehingga bisa tercipta Cipanas yang resik, bersih, dan sehat,” kata Dede.

(dan)