Damri Sindangbarang-Pangandaran Sepi Penumpang

Bus DAMRI jurusan Sindangbarang-Pangandaran menunggu penumpang di alun-alun Sindangbarang.

RADARCIANJUR.com – Angkutan DAMRI jurusan Sindangbarang-Pangandaran sepi penumpang. Dalam sehari, rata-rata penumpang hanya ada lima orang untuk setiap bus yang berkapasitas bisa sampai 20 penumpang lebih tersebut.

Asep Ari Suryaman (35), salah seorang sopir bus DAMRI jurusan Sindangbarang-Pangandaran mengatakan, biasanya ia menempuh tujuh sampai delapan jam untuk mencapai Pangandaran. Begitupun sebaliknya.

“Saya biasa mulai pukul 07.00 WIB sambil menunggu penumpang,” ujar Asep.

Ia mengatakan, meski baru satu orang penumpang yang duduk, ia tetap harus berangkat lantaran jadwal bus kedua dari Sindangbarang akan tiba. “Nanti bus kedua akan tiba dan ngetem sampai pukul 10.00 WIB, jadi saya harus berangkat,” kata Asep.

Ia mengatakan, setiap harinya ada dua bus yang menuju Pangandaran dan dua bus lagi dari Pangandaran menuju Sindangbarang Kabupaten Cianjur. “Begitu setiap harinya. Ada dua dari Sindangbarang menuju Pangandaran dan sebaliknya,” ungkapnya.

Asep mengatakan, jika dihitung dari pengeluaran bahan bakar solar dibanding jumlah penumpang, dirinya malah lebih banyak merugi. “Sepi penumpangnya, paling banyak lima orang. Kalau dihitung dengan biaya bahan bakar memang tak sebanding,” tuturnya.

Ia mengatakan, jalur trayek DAMRI Sindangbarang-Pangandaran menempuh jalur pesisir pantai dan melewati beberapa titik wisata pantai di Cianjur seperti Jayanti, Rancabuaya. Lalu melewati kawasan Santolo Garut dan kawasan wisata Tasikmalaya Cipatujah sebelum akhirnya sampai di Pangandaran.

“Satu hari kami satu trek perjalanan. Jika pagi dari Sindangbarang, berarti bus menginap di Pangandaran dan besoknya jalan lagi,” kata Asep.

Kendati sepi penumpang dan ongkos penumpang tak sebanding dengan pengeluaran bahan bakar, Asep mengatakan, jalan yang dilewati bus DAMRI dalam keadaan baik. “Kalau perawatan bus tetap diperhatikan,” katamya.

(dil)