RM Minta Penangguhan Tahanan

RADARCIANJUR.com – Kuasa hukum tersangka dugaan kasus pemerasan Herman Suherman, RM mendatangi Kejaksaan Negri Cianjur untuk mengajukan penangguhan penahanan (1/7). Keluarga RM pun disebut akan menjadi penjamin dalam penangguhan penahanan RM.

Kuasa hukum RM, Karnaen mengatakan, pasal yang disangkakan terhadap kliennya adalah pasal 368, dan tipis peluang untuk RM jadi tersangka. “Selama pemeriksaan di Polda Jabar aja RM tidak pernah ditahan, masa di Kejari harus ditahan,” kata Karnaen.

Menurut Karnaen, pada kasus tersebut RM tidak pernah menikmati uang yang diserahkan Plt Bupati Cianjur Hean Suherman kepada Mustajab.

“Jika memang RM tersangka, mestinya Herman juga tersangka karena telah melakukan grapitasi dengan cara memberi uang Rp30 juta terhadap Mustajab,”ujarnya.

Karnaen mengatakan, surat permohonan surat penangguhan tahanan tersebut sudah disampaikan kepada Jaksa. Ia berharap, permohonan tersebut bisa dikabulkan, karena mengingat RM adalah seorang dosen yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, selain itu selama menjalani penahanan RM mengalami sakit hernia. “Ini harus ada pertanggungjawaban dari Kejaksaan untuk pengobatan RM,” katanya.

Karnaen mengatakan RM ditahan setelah sebelumnya menjadi saksi persidangan pada kasus pemerasan, dan malamnya sekitar pukul 19.00 RM dijemput dari rumahnya. “Saya rasa ini ada kejanggalan, kok lucu banget kaya tahanan teroris,” tuturnya.

Karnaen mengancam jika pihak kejaksaan tidak mengabulkan permohonan penagguhan penahanan, maka pihaknya akan melakukan pra pradilan.
Terpisah Kejari Cianjur Yudhi Syufriadi membenarkan bahwa Kejari Cianjur telah menerima surat permohonan pengajuan tahanan, namun Kejari belum bisa memutuskan untuk mengabulkan atau tidaknya surat permohonan tersebut. “Masih ditelaah oleh Jaksanya, nanti keputusasanya bagaimana hasil telaah jaksa,” ungkapnya.

RM bersama tiga tersangka lainnya yakni RN, SJ dan DN dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 2B Cianjur dengan status tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur yang dikawal oleh sejumlah petugas dari Kejari Cianjur.

Tak banyak yang dilakukan RM bersama dengan tiga tersangka lainnya, dirinya bersikap koperatif terhadap petugas lapas. Bahkan turut mengganti busana yang dikenakannya dengan baju tahanan berwarna biru setelah dilakukan pendataan.

Keempat tersangka hanya membawa baju yang dikenakan tanpa membawa barang lainnya, bahkan alat komunikasi berupa ponsel pun sudah dititipkan ke pihak keluarga.

RM dan RN ditempatkan di blok mapenaling (masa pengenalan lingkungan), pasalnya tempat tersebut memang diperuntukan bagi tahanan baru untuk mengenal lingkungan lapas. Dua tersangka lainnya SJ dan DN ditempatkan di lapas wanita. “Empat tersangka dibawa oleh petugas Kejari Cianjur yang tiba pada Kamis malam pukul 21.30, semuanya bersikap koperatif tidak berlaku aneh-aneh,” ujar Kepala Keamanan Lapas Klas 2B Cianjur, Fahmi.

Selain itu, RM menuturkan tak ingin diperlakukan berlebihan namun disamakan perlakuannya seperti tahanan lainnya meskipun statusnya tahanan titipan. Tahanan titipan sendiri tidak tentu masa penahanannya, maksimal waktu penahanannya yakni satu bulan.

“Dia (RM, red) tidak mau diperlakukan spesial tapi disamakan dengan tahanan lainnya dan juga masa tahanan titipan itu tidak tentu, maksimal sih satu bulan tapi itu kembali kepada hasil persidangannya. Apakah penangguhannya dikabulkan atau tidak, jika tidak maka tetap di sini (lapas, red),” tambahnya.

Selama menjadi penghuni blok mapenaling, setiap pagi dari hari Senin hingga Kamis diberikan materi pengenalan mengenai seputar lapas.
Sebelumnya, lanjut Fahmi, RM sempat tidak ingin ditahan, pasalnya dirinya kebingungan atas dasar apa dirinya ditahan dan dijadikan tersangka. “Sempat bercerita sedikit kepada saya, dirinya memang bingung atas kesalahan apa yang menjadikannya ditahan,” paparnya.

Fahmi pun menambahkan, RM sendiri semenjak mengisi mapenaling selalu berpuasa setiap harinya. Bahkan info yang diterimanya, RM merupakan orang yang rajin dalam beribadah, maka tak heran masih tetap berpuasa meski sedang diberikan cobaan.

Sementara itu keluarga dari RM dan RN sempat datang menjenguk pada hari Sabtu (29/6) yang didampingi oleh pengacara dengan membawa baju ganti. “Yang baru datang itu keluarga RM dan RN didampingi oleh pengacara pada Sabtu pagi, memang kita mengharuskan pihak keluarga didampingi oleh kuasa hukum. Kalau keluarga SJ dan DN belum datang,” jelasnya.

Selain keluarga, bahkan beberapa organisasi masyarakat (ormas) sempat ingin menjenguk RM. Namun pihak lapas hanya memberikan izin kepada perwakilan saja, tidak semua dibebaskan untuk menjenguk.

(dil/kim)