Calhaj Cianjur Berangkat Akhir Pekan Ini

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Tiga hari lagi, Sabtu (6/7), 404 calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Cianjur berangkat menunaikan ibadah haji. Pemberangkatan calhaj asal Cianjur dibagi menjadi empat kloter. Salah satu kloter akan digabung dengan Bogor dan Bandung.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asep Suparman mengatakan, keberangkatan dibagi menjadi empat kloter yaitu kloter 02, 34, 71 dan 72. Kloter 02 diberangkatkan akhir pekan ini sebanyak 404 orang. Waktu pemberangkatannya pun dijadwalkan pukul 07:00 WIB.

Sedangkan kloter 34 akan berangkat pada Senin (15/7) pukul 14:00 WIB. Kloter 71 dan 72 berangkat bersamaan pada Minggu (28/7) pukul 04:00 WIB. “Semua akan berangkat didampingi 20 orang petugas haji,” ujarnya di sela pelepasan petugas pendamping jamaah haji kabupaten Cianjur di ruang Garuda Pendopo Cianjur, kemarin.

Adapun petugas haji berjumlah 20 orang terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH) tiga orang, Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) tiga orang, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sembilan orang dan Tim Petugas Haji Daerah sebanyak lima orang.

Wakil Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Cianjur, Yosep Umar mengatakan, jumlah jamaah haji yang berangkat 1.392 itu sudah termasuk dengan petugas. “Tiga kloter full Cianjur satu kloter gabung Bogor dan Bandung, ditambah petugas 20 orang,” ujarnya di lingkungan Kantor Kemenag Cianjur, Jalan Raya Cianjur-Bandung, Selasa (2/7).

Cianjur merupakan kloter kedua di Jawa Barat yang berangkat setelah Bogor. Kloter pertama dijadwalkan tiba di embarkasi Bekasi pukul 14.00 WIB. Yosep mengatakan, Cianjur mendapat jatah penambahan kuota 12 orang. Penambahan kuota tersebut sudah terpenuhi di jumlah jemaah haji yang berangkat tahun ini.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Tavip Supriyadi menuturkan, untuk kloter 71 merupakan kloter gabungan dengan daerah lain karena berjumlah 154 jamaah. “Untuk yang satu kloter itu jumlahnya tidak begitu banyak, jadi ada satu yang digabung dengan kabupaten lain,” jelasnya.

Secara regulasi umum ketentuan bagi calon jemaah haji ini adalah sama. Hanya dari peraturan Kemenag RI, untuk perekaman biometrik itu dari daerahnya masing-masing. Bahkan dari segi makan pun tahun ini hampir semua waktu saat ibadah haji, itu diberikan, dengan citarasa makanan sesuai warga Indonesia. “Kecuali sebelum berangkat ke Arafah, hanya empat hari yang tidak diberikan makan. Karena di wilayah itu kepadatan disana sangat tinggi,” jelasnya.

(kim/dan)