Cibeber Mulai Krisis Air Bersih, MCK Terpaksa di Sungai

MCK: warga mandi dan mencuci di sungai Cikondang, karena sumur miliknya sudah kering. Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebagian wilayah Kecamatan Cibeber mulai mengalami krisis air bersih. Bahkan warga di Desa Cihaur memanfaatkan air sungai, untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.

Setiap pagi atau sore hari warga harus berjalan sejauh sekitar satu kilometer menuju sungai. Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu bulan lalu lantaran sumur-sumur milik warga sudah mulai mengering.

Olih solihah (50) salah seorang warga Desa Cihaur mengatakan untuk keperluan sehari-hari biasanya ia mengandalkan air dari sumur, namun saat sudah tak mengeluarkan air, sehingga terpaksa untuk kebutuhan menggunakan air dari sungai.

“Kami juga sudah berusaha untuk memperdalam sumur, namun tidak ada satupun yang mengeluarkan air,” katanya (2/7)

Menurutnya untuk menuju ke lokasi sungai yang masih terdapat aliran air ia harus berjalan kaki sekitar satu kilometer.

“Di Sungai Cikondang masih banayak air, sehingga kami masih mendapat air untuk keperluan mandi dan cuci pakaian,”ujarnya.

Ia mengatakan, musim kemarau baru berlangsung hampir dua bulan, sudah kesulitan air bersih. Apalagi, kata dia, jika terjadi kemarau panjang hingga berlangsung enam bulan.

“kami berharap mudah-mudahan kemarau ini segera bearakhir, karena belum memasuki dua bulan saja kami sudah kelimpungan air bersih,”katanya

Terpisah Camat Cibeber Ali Akbar membenarkan bahwa ada beberapa desa di Kecamatan Cibeber yang sulit mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

Menurutnya beberapa sumur warga yang mengering, ada yang disebabkan dari jobolnya tanggul sungai Cikondan, dan ada juga yang sejak dulu langganan kekeringan.

“Kalau yang disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai kita sudah beurupaya melakukan kerjabakti untuk membuat sodetan, selian itu untuk pasokan air bersih kita juga telah berupaya mengajukan bantuan kepada PDAM,”katanya (dil)