Upaya Pemkab Cianjur Terus Tangani ODGJ

BEBAS: Plt Bupati Herman Suherman membebaskan Andri Sutiawan (17), warga Kampung Celak, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda. Andri adalah orang dengan ganguan jiwa (ODGJ).

RADARCIANJUR.com – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ada di sekitar masyarakat, namun hal tersebut tidak harus mengesampingkan bahkan menyisihkan mereka di tengah-tengah masyarakat.

ODGJ saat ini menjadi perhatian khusus bagi Kabupaten Cianjur, pasalnya saat ini Cianjur tengah berbenah menuju Tatar Santri bebas pasung pada tahun 2020. Perencanaan tersebut dimulai dari instruksi Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman kepada seluruh camat yang ada di Kabupaten Cianjur untuk melakukan pendataan.

Hal tersebut mulai dilakukan setelah mantan Dirut PDAM ini membebaskan Andri Sutiawan (17), warga Kampung Celak, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda yang dipasung keluarganya selama kurun waktu dua tahun karena mengalami gangguan jiwa.

Pencapaian tersebut tentu perlu dukungan berbagai pihak, terlebih masyarakat yang memang melihat dan juga tetangga yang memiliki keluarga dengan gangguan jiwa untuk melaporkan kepada pihak desa maupun kecamatan.

“Dari adanya temuan dan laporan tersebut saya sudah panggil seluruh Camat untuk selanjutnya mengintruksikan para kepala desa mendata ODGJ pasung di wilayahnya,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut (pendataan, red) perlu dilakukan agar penanganan ODGJ pasung bisa maksimal. Pemkab pun bisa menjalankan program dan memiliki gambaran untuk melakukan penanganan pembebasan hingga pengobatan ODGJ secara tepat.

Meskipun ODGJ berbeda dengan masyarakat pada umumnya, namun penanganan secara manusiawi perlu dilakukan tidak diperlakukan dengan tindakan pasung hingga bertahun-tahun.

Selama ini, Pemkab Cianjur terkendala dari segi data, upaya ini akan menjadi Solusinya. Sehingga semua tingkatan berperan aktif untuk mendata, melaporkan, dan pada akhirnya menangani masalah pasung ini.

Lanjut Herman, pendataan tersebut diharapkan selesai dalam waktu dekat, agar Pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa melakukan tindakan selanjutnya.

Demi melancarkan niatan baik ini, tentunya pemkab pun tengah mempersiapkan anggaran untuk biaya pembebasan hingga pengobatan ODGJ pasung.

“Kalau tidak di perubahan anggaran tahun ini, kemungkinan di anggaran murni 2020. Yang jelas Pemkab akan menyiapkan segalanya untuk mengejar target Cianjur bebas pasung pada 2020,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sehat Jiwa (KSJ), Nurhamid, mengapresiasi langkah Pemkab Cianjur untuk merealisasikan target Cianjur bebas pasung melalui pendataan oleh camat dan kepala desa. Pasalnya, selama ini penanganan pasung sulit lantaran tidak daya data pasti jumlah ODGJ pasung.

Namun, Nurhamid juga mengharapkan para pejabat yang mendapatkan tugas untuk mendata sesuai dengan data dan fakta di lapangan. Mengingat terkadang data tersebut tidak dilaporkan secara benar lantaran dianggap penilaian buruk jika di daerahnya banyak pasung.

“Jadi jangan bekerja dengan konsep asal bapak senang (ABS). Kan sering kali mereka malu kalau datanya lebih banyak dari Kecamatan lainnya, jadi tidak dilaporkan dengan sebenar-benarnya. Saya harap mereka data dengan benar, supaya Cianjur bebas pasung itu bukan sekedar wacana,” tutupnya.

(kim)