Sistem Zonasi PPDB Perlu Dikaji Ulang

MENDAFTAR: Beberapa calon siswa saat mendaftar ke salah satu SMA yang ada di Kabupaten Cianjur.

RADARCIANJUR.com- Sistem Zonasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) seolah tidak ada habisnya menjadi bahan perbincangan masyarakat selama ini. Akan hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur angkat bicara terkait permasalahan tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjuur, Sapturo menuturkan, bahwa peningkatan kuantitas peserta belajar dan peningkatan mutu lulusan bukan satu-satunya menggunakan sistem zonasi melainkan masih banyak fariabel untuk peningkatan mutu siswa.

“Sistem zonasi dapat diberikan apabila pemerintah sudah mampu mengoptimalkan delapan standar pendidikan untuk semua sekolah. Tetapi jika belum mampu untuk mengoptimalkannya sebaiknya dipikir secara baik-baik jangan gegabah dalam mengambil suatu tindakan,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah di daerah pedesaan belum sama dengan sekolah yang ada diperkotaan. Pasalnya, sekolah duperkotaan relatif berkecukupan dalam sarana baik ketersediaan guru, alat peraga pembelajaran maupun penunjang kurikulum.

“Sedangkan dipedesaan jauh dari memadai. Tak hanya itu, sistem zonasi hampir membunuh semangat anak-anak untuk belajar secara maksimal dengan kondisi seadanya akan diterima disekolah yang dekat. Dalam hal ini, dewan berharap adanya peningkatan kuantitas maupun kualitas pembelajaran, khususnya di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

“Tentunya semua pihak harus mengambil peran untuk memajukan dunia pendidikan,” tambahnya.

Salah satu upaya Dewan Kabupaten Cianjur. Sapturo mengaku, pihaknya sudah berusaha terkait peran pendidikan tersebut. “Dari segi anggaran kami mendesak eksekutif agar anggaran pendidikan 20 persen dari APBD,” pungkasnya.

(riz)