Gawat! Penyakit Musim Kemarau Mengintai

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Musim kemarau nampaknya tidak hanya berdampak kepada lahan perkebunan dan pesawahan, namun bagi kesehatan masyarakat.

Bukan hanya hidup sehat, kebersihan lingkungan sekitar pun tentunya turut menjadi pendorong terhindar dari penyakit seperti diare, gatal-gatal dan borok yang diakibatkan oleh bakteri serta air yang tidak bersih.

Selain itu, akses air bersih yang mulai berkurang dan mengering dapat menjadi penyumbang sumber penyakit terhadap manusia. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Efa Fatimah mengungkapkan, pada musim kemarau ini rentan terhadap penyakit pencernaan dan kulit. Pasalnya, kebersihan daripada akses air bersih tentu sangat terbatas.

“Tentunya di musim kemarau ini yang harus diperhatikan adalah yang pertama PHBS dan kesehatan lingkungan, selain itu juga akses air bersih yang kadang berkurang di musim kemarau ini,” ujarnya.

Untuk kasus diare sendiri, di Kabupaten Cianjur belum ada laporan melonjaknya tingkat penyakit diare di musim kemarau tahun ini. Bisa dipastikan kesadaran masyarakat terhadap menjaga lingkungan cukup baik.

Sementara untuk penyakit demam berdarah (DBD), kasus di musim kemarau tidak nampak bahkan tidak banyak seperti musim hujan.

“Kalau di musim kemarau seperti ini, DBD tidak banyak kasus seperti musim hujan,” tambahnya.

Dinkes Kabupaten Cianjur sendiri sudah memberikan pengarahan kepada setiap puskesmas-puskesmas di setiap wilayah untuk memberikan penyuluhan PHBS dan higienitas hidup bersih.

Lanjutnya, masyarakat pun diimbau harus menjaga pola hidup bersih, kebersihan lingkungan, akses air bersih harus diperhatikan.

“Harus diperhatikan juga kebersihannya, air bersih harus diperhatikan serta kebersihan lingkungan juga sama,” paparnya.

(kim)