Kejari Cianjur Dihadiahi Jamu Anti Masuk Angin

DEMO: Masa berorasi dihalaman kator Kejari. Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Penetapan tersangka terhadap RM sebagai babak baru dari perkara dugaan pemeras oleh orang yang mengaku dari KPK terhadap plt Bupati Cianjur Herman Suheman, memicu gelombang aksi aktifis Cianjur.

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Save Aktivis melakakukan aksi demo di halaman kantor Kejari Cianjur, kemarin. Pada aksi ini masa menilai Kejari Cianjur telah melakukan kriminalisasi pada aktivis.

Selain membawa karton bertuliskan save aktifis dan poster bergambar ridwan mubarak masa juga sempat memberikan satu boks jamu anti masuk angin kepada jajaran Kejari Cianjur.

Aksi tersebut, merupakan simbol daripada tuntutan GSAC terhadap aparat penegak hukum (APH), agar mampu menegakan supremasi hukum yang sesuai aturan.

Koordinator Lapangan aksi GSAC, Ahmad Yani mengatakan, aksi di depan halaman kantor Kejari, untuk menyampaikan aspirasinya yaitu meminta Stop Kriminalisasi Aktivis, dan meminta agar aparat penegak hukum membebaskan aktivis anti korupsi seperti Ridwan Mubarok.

“Di sini, kami mempertanyakan dua surat yang dilayangkan pada hari yang sama dari Polda Jabar dan Kejaksaan Tinnggi (Kejati) Jabar untuk saudara RM sebagai saksi. Kenapa sekarang RM malah menjadi tersangka,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, pihaknya banyak merasa janggal dengan penangkapan Ridwan Mubarok. Maka dari itu sebagai bentuk kekecewaan memberikan satu boks jamu anti masuk angin.

“Jamu anti masuk angin dimaksudkan untuk para aparat penegak hukum agar kebal dari segala unsur politisasi, serta mampu menegakan supremasi hukum,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, dari aksi tersebut Kejari meminta beberapa perwakilan dari peserta aksi untuk beraudiensi bersama di dalam sebuah ruangan.

“Kami menolak berbicara di dalam ruangan. Kami ingin pihak kejaksaan mampu memberikan pernyataan di depan umum, di hadapan para peserta aksi hari ini,” katanya.

(dil)