Ada Gigi Hiu Purba di Pameran Benda Pusaka Alun-alun Cianjur

JAMNAS: Pameran benda pusaka diadakan selama tiga hari di Alun-Alun Cianjur yang diikuti oleh budayawan dari berbagai daerah. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jambore Nasional (Jamnas) Pusaka Nusantara dan Batu Akik diadakan di Alun-Alun Cianjur, tepatnya di Lapangan Maenpo.

Selain untuk berkumpulnya para budayawan, kegiatan yang diadakan sejak Jumat (5/7) hingga Minggu (7/7) itu sebagai ajang edukasi bagi masyarakat agar lebih mengenal benda-benda pusaka yang hingga saat ini dijaga dan dirawat oleh beberapa budayawan.

Tak hanya budayawan dari Kabupaten Cianjur saja, dari beberapa kota dan kabupaten pun turut hadir memeriahkan acara tersebut. Bahkan dari Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta dan Madura turut ikut serta.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah dan Wadanyon 300 Raider/ Brajawijaya, Mayor Inf Setiawan.

Pada sambutannya, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menuturkan, pameran benda pusaka ini tentunya sangat mengapresiasi.

“Pameran pusaka dan batu akik ini memberikan pengetahuan kepada kita, yang tentunya banyak hal yang tidak diketahui tapi dengan seperti ini kita bisa tahu mengenai sejarah budaya,” ujarnya.

Pengetahuan mengenai budaya ini tentunya tidak hanya dapat diminati oleh orang dewasa saja, namun menjadi pembelajaran bagi anak-anak yang perlu mengetahui sejarah.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Pusaka Kujang Nusantara, Iwan mengatakan, pameran ini sebagai ajang ‘ngaguar’ budaya agar generasi selanjutnya mencintai budaya sehingga tidak terputus mata rantai mengenai pembelajara budaya.

“Yang pasti disini kita sangat berterimakasih kepada Pemda Cianjur yang sudah memfasilitasi acara ini, tidak hanya pameran biasa namun disini sebagai ‘ngaguar’ budaya yang mana generasi-generasi penerus bisa mengetahui perihal peninggalan sejarah terdahulu,” paparnya.

18 stan turut memeriahkan pameran ini dengan berbagai jenis benda pusaka yang ditampilkan seperti jenis kris sekitar 50, kujang 25 jenis dan batu akik tiga jenis namun dari tiga jenis ini terdapat ratusan nama dari jenis yang sama.

Bukan hanya benda pusaka saja yang dipamerkan, pada pameran tersebut terdapat gigi dari ikan Hiu purba yang sering kita kenal dengan ikan Hiu Megalodon yang ditemukan di Jawa Timur.

Masyarakat pun tidak hanya melihat, namun bisa membeli pernah pernih kerajinan budaya seperti gelang dari akar-akaran, karinding dan baju pangsi.

Selain itu, benda pusaka yang dipamerkan bisa dimaharkan bukan dalam artian dijual belikan. Itu istilah sebagai peralihan kepemilikan benda pusaka.

Ada yang menarik pada acara pameran tersebut, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman diberikan Batu Akik Black Aren dari Cidaun. Yang mana batu tersebut sudah mendunia hingga Negeri Kincir Angin, Belanda.

Herman pun sangat mengapresiasi dan menerima dengan tangan terbuka batu tersebut, bahkan langsung digunakan di jari manisnya.

(kim)